Nasib Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Masih Mengambang
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut rencana pembatasan Pertalite bagi kelompok desil 9-10 belum diputuskan, menunggu pembahasan dengan Menteri Keuangan baru dan validasi data.
22 September 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Pemerintah belum memastikan apakah rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10 akan benar-benar diberlakukan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan keputusan itu masih menunggu pembahasan lebih lanjut, termasuk dengan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara. Ini penting bagi konsumen Pertalite dari kelompok ekonomi menengah-atas karena hasil pembahasan itu akan menentukan apakah mereka tetap bisa membeli BBM bersubsidi seperti biasa.
Sebelumnya Bahlil menjelaskan rencana ini masih tahap kajian, dengan fokus utama memastikan akurasi data pengelompokan desil yang dipakai untuk menyaring penerima subsidi. Ia mengakui masih ada keluhan bahwa data desil belum selalu mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya, sehingga berisiko salah sasaran. Pernyataan itu disampaikan di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta Pusat, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pergantian Menteri Keuangan turut menjadi salah satu alasan kajian ini belum tuntas, karena pembahasan lintas kementerian perlu diulang bersama pejabat baru. Pemerintah menegaskan tujuan pembatasan adalah agar subsidi BBM tidak dinikmati kelompok yang sebenarnya mampu, namun kebijakan itu juga berisiko meleset dan membebani masyarakat kurang mampu jika data desil yang dipakai ternyata keliru.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.