Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kembali mengirim 12 ton tuna loin ke Jakarta pada 27 September. Tuna loin itu akan diolah lebih lanjut oleh unit pengolahan ikan di ibu kota sebelum sebagian diekspor. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut hadir melepas pengiriman tersebut.
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sejak KNMP mulai beroperasi Mei lalu, harga tuna dari nelayan naik dari kisaran Rp25.000-Rp30.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram. KKP juga mencatat rata-rata pendapatan nelayan Tongke-Tongke naik dari Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan. Sebelum pengiriman kali ini, KNMP sudah mengirim 65 ton tuna loin senilai Rp2,54 miliar ke Jakarta lewat mitra koperasi setempat.
Selain tuna loin sebagai produk utama, bagian sampingan seperti tetelan, rahang, bagian perut (toro), dan daging hasil sisa potongan turut dikirim karena masih punya nilai jual. KNMP tercatat menyerap 39 pekerja lokal dan memiliki 80 anggota koperasi. Program ini dilengkapi sarana seperti dermaga, pabrik es, gudang beku, tempat pendaratan ikan, dan kendaraan berpendingin, serta pendampingan akses pembiayaan dan pasar bagi nelayan.
Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyebut program ini diproyeksikan mampu mendorong produksi perikanan hingga 800 ton per tahun per lokasi dan menaikkan pendapatan nelayan hingga 75 persen. Angka tersebut masih berupa target ke depan, belum tentu sama dengan capaian yang sudah terjadi di lapangan.
