Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung 9 hingga 11 Oktober di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, resmi ditutup dengan catatan sukses. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ajang balap internasional ini. Gelaran ini penting bukan sekadar sebagai tontonan olahraga, melainkan sebagai bagian dari upaya Indonesia memosisikan diri sebagai tujuan sport tourism dunia yang melibatkan rantai ekonomi di sekitarnya.

Dukungan datang dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, MotoGP Sports Entertainment Group, InJourney Tourism Development Corporation, Mandalika Grand Prix Association, para pembalap dan tim, TNI dan Polri, hingga mitra, sponsor, komunitas, dan media massa. Simon juga menyoroti peran marshal, tenaga medis, petugas keamanan dan kebersihan, relawan, pekerja, serta pelaku UMKM yang bekerja di balik layar acara. "Setiap kontribusi menjadi bagian penting dari keberhasilan bersama ini," ujar Simon, seraya berterima kasih kepada masyarakat Lombok yang menyambut tamu dengan ramah.

Menurut Simon, Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional sekaligus mengembangkan Mandalika sebagai destinasi sport tourism. Pertemuan antara olahraga, pariwisata, budaya, dan kegiatan usaha di Mandalika membuka ruang bagi masyarakat setempat untuk ikut mengambil bagian dalam rantai ekonomi penyelenggaraan acara.

Pertamina menempatkan dukungannya terhadap ajang ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnis grup perusahaan yang menghubungkan energi, mobilitas, pariwisata, dan ekonomi masyarakat. Perusahaan menyebut sinergi antara layanan energi, penerbangan, dan akomodasi membantu masyarakat menjangkau lokasi acara sekaligus menjalankan kegiatan usaha di sekitarnya.