PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) menerbitkan koreksi atas keterbukaan informasi tanggal 16 September 2026 terkait rencana pembagian saham bonus. Perseroan akan mengusulkan kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor atau agio saham senilai maksimal Rp11,31 miliar dari total agio Rp13,21 miliar yang tercatat per 31 Desember 2025. Dari jumlah itu, akan diterbitkan saham bonus baru sebanyak-banyaknya 514.118.680 lembar dengan nilai nominal Rp22 per saham, sehingga total saham beredar PPGL bisa naik dari 771.178.020 lembar menjadi maksimal 1.285.296.700 lembar. Rasio pembagiannya 6:4, artinya setiap pemegang 6 saham lama akan menerima 4 saham bonus, dengan saham pecahan dibulatkan ke bawah.
Pemegang saham yang berhak atas saham bonus adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 4 November 2026. Saham PPGL diperdagangkan dengan hak atas bonus (cum bonus) hingga 2 November 2026 di pasar reguler dan negosiasi, serta hingga 4 November 2026 di pasar tunai. Setelah itu saham diperdagangkan tanpa hak bonus (ex bonus) mulai 3 November 2026 di pasar reguler dan negosiasi, serta 5 November 2026 di pasar tunai. Pendistribusian saham bonus ke rekening efek pemegang saham dijadwalkan pada 25 November 2026, dan perseroan wajib melaporkan realisasinya ke OJK paling lambat 9 Desember 2026. Seluruh rencana ini baru berlaku jika disetujui dalam RUPSLB yang digelar 23 Oktober 2026, dan batal otomatis jika RUPSLB menolaknya.
Berdasarkan daftar pemegang saham per 30 September 2026, Direktur Utama Darmawan Suryadi SM menguasai 409.637.667 saham atau 53,12 persen, sementara publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen memegang 361.540.353 saham atau 46,88 persen. Karena saham bonus dibagikan proporsional, komposisi persentase kepemilikan ini tidak berubah. Dokumen juga menyertakan laporan keuangan audit tahun 2025: pendapatan turun menjadi Rp175,23 miliar dari Rp211,73 miliar pada 2024, dan laba periode berjalan turun menjadi Rp9,55 miliar dari Rp12,88 miliar, sementara ekuitas tercatat Rp144,33 miliar.
