PT PP Presisi Tbk (PPRE) menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil Obligasi Berkelanjutan I PP Presisi Tahap I Tahun 2022, yang sebelumnya dilaporkan pada 6 Juli 2026. Obligasi ini efektif sejak 30 Juni 2022 dengan nilai emisi Rp202,98 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp4,97 miliar, dana bersih yang diterima perseroan tercatat Rp198,01 miliar.
Menurut prospektus, 70 persen dana atau Rp138,61 miliar direncanakan untuk belanja modal (CAPEX), dan 30 persen atau Rp59,40 miliar untuk modal kerja. Per 30 Juni 2026, realisasi belanja modal baru mencapai Rp77,27 miliar, setara 39 persen dari dana bersih, sementara modal kerja sudah terpakai penuh sebesar Rp59,40 miliar atau 30 persen. Total dana yang sudah direalisasikan mencapai Rp136,67 miliar, menyisakan Rp61,34 miliar yang belum terpakai.
Sisa dana itu ditempatkan di dua bank yang berafiliasi dengan perseroan: Rp60 miliar dalam deposito berjangka di Bank BRI dengan bunga 3 persen per tiga bulan, dan Rp2,02 miliar di rekening giro Bank Mandiri dengan bunga 2 persen per bulan. Perseroan menargetkan seluruh sisa dana ini terpakai paling lambat Juni 2027. Dari sisi biaya emisi, komponen terbesar adalah biaya jasa lembaga penunjang pasar modal sebesar Rp1,52 miliar atau 0,75 persen, diikuti biaya jasa penjaminan (underwriting fee) Rp1,22 miliar atau 0,6 persen.
