Presiden Prabowo Minta ESDM Siapkan Program E50 Gantikan BBM Impor
Setelah program biodiesel B50, pemerintah mulai menyusun program bioetanol E50 untuk mengurangi impor BBM, sambil mendorong eksplorasi sumur baru dan optimalisasi 45.000 sumur tua migas.
18 September 2026Sumber: Siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Foto: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Pemerintah tengah menyiapkan program baru bernama E50, campuran bahan bakar nabati untuk bensin, sebagai langkah lanjutan setelah menjalankan B50 pada solar. Arahan ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional pertama tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9). Bagi masyarakat, langkah ini penting karena menyasar salah satu penyebab utama impor BBM, yaitu konsumsi bensin yang selama ini masih banyak dipasok dari luar negeri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden meminta jajarannya mempelajari pengalaman B50, yang menurut pemerintah berhasil menekan impor solar jenis CN48, lalu menerapkan pola serupa untuk menyusun E50. Ia menyebut konsumsi solar nasional saat ini sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sementara konsumsi bensin berkisar 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun, angka yang menggambarkan besarnya kebutuhan BBM yang masih bergantung pada pasokan impor. Namun pemerintah belum mengungkap target waktu, rasio campuran final, maupun sumber bahan baku etanol yang akan dipakai untuk E50.
Angka BPSNilai impor
26,1 miliar US$Juli 2026
Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Naik 0,19 miliar US$ dibanding Juni 2026. Tertinggi dalam 31 bulan yang tercatat. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (21.914,1).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.
Selain program E50, pemerintah juga mendorong eksplorasi cekungan dan blok minyak baru serta optimalisasi produksi dari sumur-sumur tua dengan bantuan teknologi. Bahlil menyebut ada sekitar 45.000 sumur tua yang akan digarap ulang, dengan penekanan agar pengelolaannya dilakukan secara profesional dan tidak terjadi penyimpangan seperti penjualan hasil produksi langsung di lokasi sumur.
Di sisi regulasi, ESDM tengah menyiapkan usulan pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui revisi Undang-Undang Migas, dengan lembaga itu nantinya bertanggung jawab langsung ke Presiden. Bahlil menyebut fokus penyusunannya adalah mencari formula perizinan yang tidak menghambat proses lintas sektor, yang selama ini dianggap memperlambat peningkatan produksi migas siap jual atau lifting.
E50BBM imporsumur tuaBUK Migas
Foto dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.