PRTL melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan rencana pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2026 kepada seluruh pemegang saham. Nilainya sekitar Rp3,43 per saham, atau total Rp200 miliar, dengan dasar Pasal 72 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang Perseroan Terbatas serta Pasal 18 anggaran dasar perusahaan, yang memang mengizinkan dividen dibagikan sebelum tahun buku berakhir. Perusahaan menyatakan pembagian ini tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usahanya. Laporan resmi ini ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan, Maya Marcella, dan disampaikan ke OJK pada 12 Oktober 2026 pukul 21.26 WIB.

Keputusan ini sudah disetujui seluruh anggota Dewan Komisaris, yakni Ario Wibisono sebagai Komisaris Utama, Kenny Harjo sebagai Komisaris, serta John A. Prasetio dan Kusmayanto Kadiman sebagai Komisaris Independen, melalui keputusan di luar rapat yang berlaku efektif 12 Oktober 2026. Direksi, yang terdiri dari Ferdinandus Aming Santoso sebagai Direktur Utama, Anita Anwar dan Juliawati Gunawan Halim sebagai Wakil Direktur Utama, serta Eko Santoso Hadiprodjo, Indra Gunawan, dan Onggo Wijaya sebagai Direktur, diberi kewenangan penuh menentukan bentuk, jumlah, dan cara pembayaran dividen tersebut. Kewenangan ini merupakan pelaksanaan dari keputusan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham sebelumnya, yang juga mengesahkan laba bersih konsolidasi perusahaan untuk tahun buku 2025 sekitar Rp3,7 triliun.

Struktur pemegang saham menunjukkan PT Sarana Menara Nusantara Tbk menguasai 58.322.620.186 saham, atau 99,999999998 persen dari total saham perusahaan, sementara sisanya, 1 saham, dipegang oleh Ferdinandus Aming Santoso secara pribadi. Dengan proporsi ini, hampir seluruh dividen interim Rp200 miliar akan mengalir ke Sarana Menara Nusantara selaku pemegang saham pengendali. Berdasarkan dokumen pendukung rapat pemegang saham, sepanjang tahun buku 2025 perusahaan sudah membagikan dividen interim dalam tiga tahap, yaitu sekitar Rp125 miliar pada 1 September 2025, Rp290 miliar pada 1 Desember 2025, dan Rp130 miliar pada 30 Januari 2026, sebelum sisa dividen final tahun itu sekitar Rp405 miliar ikut dibagikan ke Sarana Menara Nusantara. Karena bagian dokumen ini berasal dari hasil pindaian, angka-angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai perkiraan, bukan angka pasti.