Rukun Raharja Tbk (RAJA) melalui Corporate Secretary Yuni Pattinasarani menyampaikan koreksi atas suratnya sebelumnya dan melaporkan hasil Public Expose Tahunan yang digelar Kamis, 10 September 2026 pukul 16.00-17.00 WIB secara live bersama Bursa Efek Indonesia dalam rangkaian Public Expose Live 2026. Acara dihadiri 100 investor di luar manajemen dan karyawan perseroan, dengan manajemen yang hadir yaitu Direktur Utama Djauhar Maulidi, Direktur Ogi Rulino, dan Direktur Praba Diwangkara.

Dalam sesi tanya jawab, manajemen menjelaskan alasan RAJA mengambil alih 5 persen kepemilikan pada proyek Floating LNG (FLNG) milik Grup Genting, yaitu proyek FLNG pertama di Indonesia dan menjadi pintu masuk RAJA ke infrastruktur LNG di sektor midstream. Nilai investasi untuk 5 persen saham di proyek Genting Downstream itu disebut sekitar US$46 juta. Perseroan menyatakan akan mencermati perkembangan proyek terlebih dahulu sebelum memutuskan menambah porsi kepemilikan, dan tidak menutup rencana mengakuisisi perusahaan pelayaran pengangkut LNG dan LPG untuk melengkapi rantai pasoknya, yang menurut manajemen disiapkan karena sumber gas terkonsentrasi di wilayah timur Indonesia sementara pasar berada di barat.

Untuk proyek pipa BBM Balsam yang sudah masuk tahap lebih matang, manajemen menyebut estimasi nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun dengan potensi rata-rata EBITDA sekitar Rp260 miliar per tahun, didanai kombinasi dana internal dan eksternal. Perseroan menargetkan pendapatan, EBITDA, dan laba tahun 2026 tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang kontribusi penuh proyek kompresor gas Sengkang yang beroperasi komersial sejak Desember 2025 serta akuisisi Blok Madura. Perseroan juga mengonfirmasi rencana IPO salah satu anak usaha, namun belum bisa memastikan jadwal pencatatan karena masih bergantung pada kesiapan internal dan kondisi pasar modal.