PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, ditandatangani Direktur Sjafardamsah pada 30 Oktober 2026. Perusahaan properti ini mencatat penjualan Rp9,24 miliar, naik dari Rp7,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan laba bruto naik dari Rp3,34 miliar menjadi Rp3,98 miliar. Laba bersih yang bisa diatribusikan ke pemegang saham induk tercatat Rp409,89 juta, naik tipis dari Rp397,99 juta pada September 2025. Karena jumlah saham beredar REAL sangat banyak, yakni 6,63 miliar lembar, laba per saham hanya naik dari Rp0,06 menjadi Rp0,0618, angka kecil karena basis sahamnya memang besar.
Dalam penjelasan resmi atas perubahan pos keuangan yang melebihi 20 persen, Direktur Sjafardamsah mengungkapkan bahwa saldo kas dan bank turun dari Rp925,80 juta menjadi Rp719,14 juta, sekitar 22 persen, karena dipakai untuk membiayai pengembangan lahan di Tangerang, membayar sanksi administratif kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan menutup beban operasional perusahaan. Dokumen tidak merinci besaran sanksi OJK tersebut maupun sebabnya. Di sisi lain, piutang usaha melonjak dari Rp2,14 miliar menjadi Rp5,05 miliar, sekitar 136 persen, terutama berasal dari piutang konsumen yang membeli rumah lewat skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang difasilitasi bank. Uang muka dari pelanggan juga muncul baru sebesar Rp354,75 juta, berasal dari uang muka penjualan rumah dan sewa tanah yang belum diakui sebagai pendapatan karena belum memenuhi syarat pengakuan sesuai standar akuntansi.
Perusahaan memangkas pembayaran dividen tahun ini menjadi hanya Rp33,17 juta, jauh lebih kecil dibandingkan Rp1,06 miliar yang dibagikan pada periode yang sama tahun lalu. Arus kas dari aktivitas operasi mencatat pemakaian neto Rp174,49 juta, membaik dibandingkan pemakaian Rp68,42 miliar pada September 2025 yang saat itu banyak terpakai untuk pembelian lahan. REAL tidak memiliki utang bank, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dengan satu-satunya liabilitas jangka panjang berupa kewajiban imbalan kerja karyawan sebesar Rp287,80 juta yang nilainya tidak berubah dari akhir 2025. Pada periode ini pula, anak usaha PT Repower Global Sinergitama, perusahaan real estat di Jakarta yang masih belum beroperasi dengan kepemilikan REAL sebesar 99,6 persen, menerima setoran modal baru dari pemegang saham non-pengendali senilai Rp1 juta.
