PT Telkom Indonesia menata ulang unit bisnis Telkom Enterprise, lini yang melayani kebutuhan digital pemerintah, BUMN, dan dunia usaha, sebagai bagian dari koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, memaparkan arah bisnis ini kepada Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro. Menurut proyeksi yang beredar dari paparan ini, potensi pasar segmen enterprise Telkom diperkirakan bisa tumbuh hingga 30 persen, meski dasar dan periode perhitungannya tidak dijabarkan secara rinci dalam materi yang tersedia.

Penataan ini sejalan dengan strategi transformasi Telkom yang disebut TLKM 30, mencakup pembenahan organisasi, penguatan tata kelola, dan penyederhanaan proses bisnis di segmen business-to-business. Tujuannya agar Telkom Enterprise lebih efisien dan lebih responsif terhadap kebutuhan pasar korporasi, ketimbang bergerak seperti struktur lama yang dianggap kurang gesit.

Veranita menyebut Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menghadapi kebutuhan kecerdasan buatan, keamanan siber, serta kedaulatan data dan kedaulatan AI. Untuk itu, Telkom Enterprise menawarkan rangkaian layanan seperti kecerdasan buatan, komputasi awan, pusat data, layanan terkelola, internet untuk perangkat (IoT), hingga keamanan siber, yang menurutnya membutuhkan jaringan konektivitas berkapasitas tinggi agar berjalan optimal.