Rig Tenders Tbk (RIGS) menyampaikan laporan keuangan tahunan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2026, diaudit oleh KAP Kanel dan Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian atau opini bersih tanpa catatan, ditandatangani oleh partner Wenny Sugianto yang sudah tiga tahun menangani audit perusahaan ini. Pendapatan perusahaan tercatat Rp291,13 miliar, turun dari Rp365,90 miliar pada tahun sebelumnya. Laba bersih ikut turun signifikan menjadi Rp55,35 miliar dari Rp95,65 miliar, sehingga laba per saham dasar turun dari Rp157,02 menjadi Rp90,87.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan naik menjadi Rp927,33 miliar dari Rp870,43 miliar setahun sebelumnya, sementara total liabilitas hanya Rp17,15 miliar, naik tipis dari Rp16,45 miliar. Ekuitas bertambah menjadi Rp910,18 miliar dari Rp853,98 miliar. Kas dan setara kas perusahaan berkurang dari Rp197,85 miliar menjadi Rp63,42 miliar, namun sebagian besar dana itu berpindah ke investasi jangka pendek yang naik dari Rp172,47 miliar menjadi Rp441,36 miliar, sehingga total dana likuid perusahaan justru bertambah. Piutang usaha pihak ketiga turun dari Rp81,82 miliar menjadi Rp50,13 miliar, sementara nilai aset tetap, yang sebagian besar berupa kapal, turun dari Rp398,72 miliar menjadi Rp357,12 miliar.

Auditor menyoroti nilai tercatat kapal milik grup sebagai hal audit utama karena nilainya mencapai Rp328,67 miliar atau 35,44 persen dari total aset, dan menjadi aset kunci yang menggerakkan arus kas dari bisnis penyewaan kapal. Prosedur yang dilakukan auditor mencakup pengamatan fisik kapal serta reviu perhitungan nilai wajar berdasarkan nilai pakai untuk memastikan tidak ada indikasi penurunan nilai. Anak usaha utama RIGS, PT Batuah Abadi Lines, yang bergerak di bidang penyewaan kapal dan telah beroperasi komersial sejak 1993, tercatat memiliki total aset Rp733,92 miliar dengan kepemilikan RIGS sebesar 99,99 persen.