Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengerahkan 58 tim tanggap darurat dari 82 perusahaan subsektor mineral dan batu bara untuk membantu warga terdampak gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur pertengahan Agustus lalu. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara ESDM Tri Winarno mengatakan pengerahan ini merupakan bagian dari dukungan pelaku usaha sektor tambang bagi penanganan bencana di wilayah itu.

Posko tanggap darurat didirikan di tiga kabupaten, yaitu Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo. Di setiap posko disiagakan tenaga kesehatan, personel penyelamatan, dan petugas logistik, sementara Inspektur Tambang provinsi ditempatkan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Pengerahan ini berjalan lewat Program ESDM Siaga Bencana yang mulai berlaku sejak 16 Agustus 2026. Di lapangan, tim menjalankan pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan, serta distribusi bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana.

Tri menyebut perusahaan yang terlibat berasal dari sekitar wilayah terdampak maupun dari daerah lain. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan bencana di NTT.