PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia Nomor S-13040/BEI.PP1/10-2026 tanggal 13 Oktober 2026 soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang diterima perseroan pada 14 Oktober 2026. Jawaban resmi bernomor 1161/PAR/X/26/RO/GC tertanggal 16 Oktober 2026 itu ditandatangani Direktur Kim Bang Hyun dan ditembuskan ke Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam suratnya, perseroan merinci wilayah operasional kebun sawitnya yang berada di tiga provinsi rawan karhutla. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, perseroan mengoperasikan sembilan entitas anak, yaitu PT Aek Tarum, PT Binasawit Makmur, PT Gunung Tua Abadi, PT Mutiara Bunda Jaya, PT Telaga Hikmah, PT Sawit Selatan, PT Selatanjaya Permai, PT Palma Timur Sejahtera, dan PT Gading Jaya Agro. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ada PT Usaha Agro Indonesia, dan di Kabupaten Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, ada PT Sungai Rangit. Perseroan menyebut wilayah-wilayah ini secara keseluruhan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasian per Juni 2026, tanpa merinci porsi persisnya.

Soal dampak, perseroan menegaskan karhutla belum berdampak material terhadap kegiatan operasional, target produksi 2026, pendapatan, laba, maupun nilai aset, dan tidak ada unplanned shutdown di lokasi kebun maupun entitas anak. Perseroan juga mengungkapkan bahwa satu entitas anak tidak langsung, yang kontribusinya tidak signifikan terhadap pendapatan konsolidasian, telah selesai memberikan keterangan kepada pihak terkait sehubungan dengan karhutla. Sampai tanggal surat, tidak ada penyegelan lahan, gugatan, maupun pencabutan izin usaha perkebunan (IUP) terhadap perseroan atau entitas anaknya.

Sebagai langkah mitigasi, perseroan menyebut telah menerapkan kebijakan zero burning sejak 2019, disertai pemantauan titik panas harian lewat data satelit, verifikasi lapangan, kesiagaan regu pemadam 24 jam, drone dan CCTV thermal, penyediaan helikopter untuk water bombing, serta koordinasi dengan Manggala Agni, BPBD, TNI/Polri, dan kelompok tani sekitar kebun. Perseroan juga mengklaim rutin menjalani audit kesiapan penanggulangan karhutla sesuai standar sertifikasi keberlanjutan ISPO.