PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul surat permintaan penjelasan bernomor S-12972/BEI.PP3/10-2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Dalam surat bertanggal 14 Oktober 2026 yang ditandatangani Direktur Utama Siu Min, perseroan menegaskan kegiatan usaha dan entitas anak berjalan normal tanpa hambatan material. Anak usaha PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom) disebut sedang menguji coba prototipe produk ke sejumlah calon pelanggan di industri makanan sekaligus menegosiasikan harga produksi sebagai persiapan sebelum menjual produk itu secara komersial.

Soal penurunan pendapatan dan rugi bersih pada laporan keuangan per 30 Juni 2026, SMLE menjelaskan hal itu sebagai langkah sengaja mengarahkan penjualan ke produk specialty ingredients bermargin lebih tinggi, dengan tujuan membuat penggunaan modal kerja lebih efisien. Penurunan laba disebut dipengaruhi proses transisi usaha yang masih berjalan. Untuk kebutuhan modal kerja dan belanja modal ke depan, perseroan akan mengandalkan arus kas internal, menegosiasikan ulang jangka waktu pembayaran ke pemasok, dan baru memakai fasilitas pinjaman bank bila benar-benar diperlukan. Belanja modal sendiri akan dipilih secara selektif, diprioritaskan untuk investasi yang dianggap paling bernilai tambah.

Mengenai rencana pelepasan 50 persen saham Sinarom, SMLE mengonfirmasi mitra yang dituju adalah Denico Food Ingredients, perusahaan manufaktur asal Denmark, dan kedua pihak telah menandatangani Letter of Intent (LoI). Uji tuntas (due diligence) terhadap Sinarom akan dilakukan dalam waktu dekat, namun nilai transaksi maupun skema pembayaran belum diungkap. Dana hasil divestasi, jika transaksi terjadi, direncanakan dipakai untuk memperkuat modal kerja dan pengembangan produk serta fasilitas Sinarom. SMLE juga menegaskan Sinarom punya lini bisnis berbeda darinya, yakni manufaktur dan pencampuran bahan kimia sesuai formulasi pelanggan, sementara SMLE sendiri fokus pada distribusi dan penjualan bahan baku. Selain rencana ini, perseroan menyatakan belum punya agenda aksi korporasi lain dalam 12 bulan ke depan, dan tidak ada informasi material lain yang belum diumumkan selain yang sudah disampaikan lewat Public Expose Insidentil pada 13 Oktober 2026.