Public Expose Insidentil PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) berlangsung Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 09.00-09.55 WIB secara daring lewat Zoom Webinar, dihadiri 59 peserta dari kalangan investor, analis, media, dan masyarakat umum. Agenda tunggalnya adalah paparan rencana transaksi akuisisi saham anak usaha, yaitu rencana Denico mengambil 50% saham PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom). Presentasi disampaikan langsung oleh Direktur Utama Siu Min, didampingi Direktur Tanti Royani, Yulia Rosaline, dan Dessy Sarendiani, serta Komisaris Utama Gunawan.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen menyebut proses due diligence ditargetkan selesai akhir 2026 dan keseluruhan transaksi rampung sekitar tiga bulan dari sekarang, dengan harapan tuntas Januari atau Februari 2027 sebelum diajukan ke pemegang saham. Pasca transaksi, kepemilikan Sinarom akan terbagi rata 50% untuk SMLE dan 50% untuk Denico, namun manajemen menegaskan pengendalian operasional tetap berada di tangan SMLE sesuai kesepakatan kedua pihak. Nilai transaksi pengambilan saham itu sendiri belum ditetapkan secara final, Perseroan menyebut akan menggunakan penilaian pihak ketiga independen sebagai salah satu dasar penentuan harga yang wajar. Skema pendanaan untuk akuisisi ini, apakah memakai kas internal, penerbitan saham baru untuk pemegang saham lama, atau sumber pembiayaan lain, juga masih dikaji dan baru akan ditentukan setelah kebutuhan investasi teridentifikasi.
Soal kapasitas, fasilitas Sinarom saat ini sanggup memproduksi 195 ton per tahun dengan satu shift kerja, atau hingga 583 ton per tahun jika dioperasikan tiga shift, sebelum memperhitungkan potensi penambahan kapasitas pasca bergabung dengan Denico. Manajemen memperkirakan pasar gabungan Denico dan Sinarom sekitar US$70 juta berdasarkan analisis kompetitor yang mereka terima, dan Denico disebut berencana memindahkan sebagian produksi dari Belanda ke Indonesia untuk mendukung ekspansi tersebut. Soal kontribusi Denico, manajemen menyebut seluruh transfer pengetahuan manufaktur, tata letak produksi, bahan baku, hingga formulasi akan dipegang oleh Denico, termasuk pendampingan hingga Sinarom memperoleh sertifikasi IFS dan ISO. Manajemen juga mengakui Sinarom saat ini masih merugi karena belum menjual produk dan baru berada pada tahap investasi serta produksi dalam kapasitas kecil.
