PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menyampaikan materi public expose tahunan yang dijadwalkan pada 6 November 2026, memuat sejumlah informasi penting bagi pemegang saham. Dalam materi tersebut, perseroan mengonfirmasi pengunduran diri Direktur Utama Oktavia Budi Raharjo yang akan berlaku efektif 30 November 2026, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2025 yang digelar 4 September 2026 dan tercatat dalam Akta Notaris No. 56. Dari sisi operasional, perseroan menyatakan Grup masih melakukan pekerjaan pemeliharaan di Fasilitas Pengolahan tambang emas Ciemas untuk memastikan pasokan listrik stabil, dengan tujuan memungkinkan operasi kembali berjalan secara aman saat dibutuhkan, yang mengindikasikan fasilitas tersebut belum beroperasi penuh.

Materi itu juga mengulang keterbukaan informasi material yang sudah diumumkan perseroan pada 15 Oktober 2026 terkait induk usaha utamanya, Wilton Resources Corporation Limited (WRC), yang tercatat di Bursa Efek Singapura dengan kode 5F7. WRC menandatangani dua perjanjian dengan Maxglory Capital Limited (MCL) pada 9 Oktober 2026: Perjanjian Penempatan Saham senilai US$9.283.028 (sekitar S$11,78 juta) untuk 1.071.767.735 saham baru, dan Perjanjian Pemesanan Obligasi Konversi senilai US$60.629.921 (sekitar S$77 juta) yang akan menerbitkan 7.000.000.000 saham baru WRC saat dikonversi. Total dana sekitar US$69,9 juta itu rencananya dipakai WRC untuk melunasi sebagian liabilitasnya, membiayai pengembangan Ciemas Gold Project, dan menambah modal kerja Grup, termasuk SQMI. Perseroan menyebut rampungnya kedua perjanjian ini diperkirakan akan mengubah kendali tidak langsung atas SQMI, karena WRC berada di puncak rantai kepemilikan saham perseroan.

Untuk menjaga kelangsungan usaha, Grup juga telah memperoleh surat dukungan dari WRC dan entitas induk langsungnya, Wilton Resources Holdings Pte Ltd (WRH), yang menyatakan tidak akan menagih liabilitas yang masih terutang per 31 Desember 2025 setidaknya hingga 22 Mei 2027. Pemasok utama Grup, Wilzilindo, memberikan komitmen serupa untuk liabilitas yang sama hingga setidaknya 31 Mei 2027. Perseroan menambahkan bahwa ke depan Grup akan berupaya menyediakan dana operasional yang cukup, menekan biaya operasional termasuk menjaga struktur tenaga kerja yang efisien, serta akan menarik dana dari Perjanjian Pinjaman Modal Kerja dengan Fandy Hartanto bila diperlukan.