PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mengirim tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul surat permintaan penjelasan BEI Nomor S-13058/BEI.PP2/10-2026 tertanggal 13 Oktober 2026 soal potensi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap operasional perusahaan. Surat tanggapan bernomor 083A/TAP/S-CORSEC-HO/X/2026 ini ditandatangani oleh Corporate Secretary TAPG, Joni Tjeng, dan disampaikan ke BEI pada 15 Oktober 2026.
Dalam dokumen tersebut, TAPG menjelaskan entitas anaknya beroperasi di dua segmen. Segmen karet berada di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, dan hanya menyumbang 0,2 persen dari total pendapatan konsolidasian. Segmen kelapa sawit beroperasi di Muaro Jambi, lalu Lamandau, Seruyan, Sukamara, dan Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah, serta Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur, dengan kontribusi 99,8 persen terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan.
Soal dampak karhutla, TAPG menegaskan hingga tanggal surat tidak ada area operasionalnya yang terdampak kebakaran, tidak ada pengaruh terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset perusahaan, dan tidak terjadi penghentian operasi mendadak (unplanned shutdown) di lokasi atau lahan milik perusahaan. Perusahaan juga menyatakan tidak sedang menghadapi dan tidak berpotensi menghadapi proses hukum atau sanksi administratif terkait karhutla, seperti penyegelan lahan, penyelidikan, gugatan, atau pencabutan izin.
Untuk mitigasi, TAPG menerapkan Zero Burning Policy pada pembukaan lahan dan peremajaan kebun, dipadukan dengan Fire Danger Rating System sebagai alat prediksi risiko kebakaran dan sistem deteksi dini berbasis satelit LAPAN. Perusahaan mencatat memiliki 21 regu satuan tugas karhutla dengan 3.425 personel, 354 unit embung air, 312 menara pantau api, dan 73 unit drone, selain program pemberdayaan Kelompok Tani Peduli Api di setiap desa sekitar operasional, kerja sama dengan Manggala Agni, patroli gabungan bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan, serta program Desa Makmur Peduli Api dan penghargaan bagi desa yang bebas kebakaran.
