PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melaporkan laba bersih periode berjalan Rp3,64 triliun untuk sembilan bulan pertama 2026, naik 31,1 persen dibandingkan Rp2,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan naik 15,1 persen, dari Rp8,21 triliun menjadi Rp9,45 triliun. Dari total laba bersih itu, Rp3,51 triliun menjadi bagian pemegang saham induk, sehingga laba per saham naik dari Rp135 menjadi Rp177.

Kenaikan laba tidak hanya berasal dari penjualan. Bagian laba dari ventura bersama dan entitas asosiasi, yaitu perusahaan patungan sawit tempat TAPG menanamkan modal, menyumbang Rp918,9 miliar, naik dari Rp825,7 miliar. Perseroan juga mencatat untung Rp26,2 miliar dari perubahan nilai wajar aset biologis seperti tanaman sawit yang belum menghasilkan, berbalik dari rugi Rp50,6 miliar pada periode sebelumnya. Di sisi lain, beban bunga pinjaman naik dari Rp39,5 miliar menjadi Rp48 miliar.

Dari sisi kas, TAPG membayar dividen tunai Rp2,998 triliun untuk tahun buku ini, naik dari Rp2,283 triliun tahun lalu. Arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp2,95 triliun, naik dari Rp2,24 triliun, cukup untuk menutup pembayaran dividen tersebut dan belanja modal Rp522,2 miliar. Kas dan setara kas per akhir September 2026 tercatat Rp1,94 triliun, naik dari Rp1,65 triliun di awal tahun. Utang bank jangka pendek turun dari Rp280 miliar menjadi Rp176 miliar, sementara total ekuitas naik dari Rp11,69 triliun menjadi Rp12,23 triliun.