PT TASPEN (Persero) menggelar forum kepemimpinan tahunan bertajuk Leaders Enhancement Acceleration Program (LEAP) 2026 pada Senin, 5 Oktober 2026, di Jakarta. Forum ini mengusung tema soal memimpin layanan yang berorientasi pada peserta melalui inovasi digital, dan diikuti jajaran Dewan Komisaris, Direksi, pimpinan anak usaha TASPEN Group, kepala unit kerja kantor pusat, hingga manajer cabang dari seluruh Indonesia. Acara ini penting karena TASPEN adalah pengelola dana pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga arah kepemimpinan dan teknologi yang dibahas di forum ini berkaitan langsung dengan kualitas layanan pensiun yang diterima jutaan purnatugas ASN.
Komisaris Utama TASPEN, Fary Djemy Franscis, menegaskan bahwa inovasi digital yang didorong lewat LEAP diarahkan untuk mempercepat dan memudahkan layanan bagi peserta. Ia menyebut kehadiran negara baru terasa nyata ketika hak peserta diterima dengan pasti dan masa tua mereka dijalani dengan tenang. Sebagai bentuk keterbukaan, forum ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi TASPEN dan disertai juru bahasa isyarat agar bisa diakses lebih luas.
Rangkaian LEAP 2026 menghadirkan empat pembicara dari latar berbeda. Managing Director Human Capital Danantara Aset Management, Agus Dwi Handaya, membahas pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi. Mantan Menteri Luar Negeri RI periode 2014-2024, Retno Marsudi, memaparkan soal kepemimpinan transformasional. Senior Advisor Fraud Banking Investigation yang juga EVP Contact Center & Digital Services BCA, Nathalya Wani Sabu, mengulas standar layanan yang berpusat pada pelanggan, sementara Ade Rai membawakan materi tentang pentingnya gaya hidup sehat bagi pimpinan sebagai bagian dari keberlanjutan organisasi.
TASPEN menyebut forum kepemimpinan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan sumber daya manusia dan percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik.
