TJSL PLN Berdayakan Nelayan Kalsel dan Lulusan SMK Semarang
Program TJSL PLN mendampingi nelayan Kotabaru membudidayakan kepiting soka bernilai tinggi, sekaligus melatih ratusan lulusan SMK Semarang untuk bekerja di industri tekstil dan alas kaki.
14 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Arahnya ke mana
Program TJSL PLN kali ini mengubah cara nelayan Kotabaru menjual hasil laut, dari kepiting mentah ukuran kecil menjadi kepiting soka yang dibudidayakan dan digemukkan sehingga bernilai lebih tinggi, sekaligus melatih lulusan SMK dan warga kurang mampu di Semarang untuk langsung bekerja di pabrik tekstil dan alas kaki. Yang merasakan dampaknya adalah kelompok nelayan seperti Seloka Crabs di pesisir Kotabaru, pelaku UMKM binaan, serta pencari kerja muda di Jawa Tengah yang selama ini kesulitan menembus industri karena keterampilannya belum sesuai kebutuhan pabrik. Namun berita ini tidak menyebut angka pasti, seperti berapa banyak peserta yang benar-benar terserap kerja, berapa nilai bantuan atau anggaran TJSL untuk dua program ini, dan seberapa besar kenaikan pendapatan nelayan secara nominal. Tanpa angka-angka itu, sulit menilai apakah program ini baru sebatas proyek percontohan di satu desa dan satu kota, atau bagian dari pola yang akan diperluas PLN ke daerah lain. Yang perlu ditunggu adalah laporan realisasi TJSL PLN berikutnya yang biasanya memuat jumlah penerima manfaat dan nilai program secara rinci.
PLN mengubah cara sebagian nelayan di Desa Tanjung Seloka, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mencari nafkah dari laut. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Desa Berdaya, nelayan yang sebelumnya menjual kepiting hasil tangkapan langsung dengan harga rendah kini didampingi untuk membudidayakan dan menggemukkan kepiting jenis soka sebelum dijual. Hasilnya, nilai jual kepiting naik dan pendapatan kelompok nelayan menjadi lebih stabil dibanding hanya mengandalkan tangkapan harian.
Ketua kelompok nelayan Seloka Crabs, Irhamsyah, mengatakan perubahan ini juga diikuti kesadaran menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari sebagai sumber penghidupan jangka panjang. Selain pendampingan budidaya kepiting, PLN turut menyalurkan program pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara di PLTU (fly ash dan bottom ash) menjadi bahan terumbu karang buatan dan rumah ikan, edukasi lingkungan, penanaman pohon, hingga dukungan sarana produksi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut.
Cerita serupa terjadi di Semarang, Jawa Tengah, tempat banyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan warga dari keluarga kurang mampu selama ini kesulitan mendapat pekerjaan karena keterampilan yang dimiliki belum sesuai kebutuhan industri. Melalui Program Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri Tekstil dan Alas Kaki, PLN memberikan pelatihan berbasis kebutuhan industri kepada ratusan peserta, yang kemudian disalurkan untuk bekerja langsung di sejumlah perusahaan tekstil dan alas kaki berskala besar di Jawa Tengah.
PLNTJSL PLNDesa BerdayaUMKM
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.