PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan rencana membuka lebih dari 1.000 lapangan kerja baru di Indonesia secara bertahap hingga 2028. Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat, Suryandi, mengatakan kebutuhan talenta ini muncul seiring transformasi bisnis perusahaan yang kini berjalan melalui tiga pilar, yaitu Energi dan Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas.

Di lini Energi dan Kimia, pengembangan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, disebut sebagai salah satu pendorong kebutuhan tenaga kerja, karena fasilitas ini sedang bersiap masuk tahap operasional dan akan membutuhkan pekerja untuk produksi serta fungsi pendukung lainnya. Perusahaan juga menyebut PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), unit shared service center yang mulai beroperasi Januari 2026, sebagai bagian dari penguatan kapabilitas berbasis Indonesia. CASS saat ini sudah mendukung operasional Aster Chemicals & Energy Pte. Ltd. di Singapura dan akan terus membutuhkan talenta Indonesia seiring ekspansi bisnis solusi mobilitas perusahaan ke Singapura dan Malaysia.

Perusahaan menyebut lowongan yang dibuka mencakup berbagai bidang, mulai dari fungsi teknis dan operasional, komersial, digital, keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, hingga customer operations. Chandra Asri Group saat ini memiliki aset meliputi naphtha cracker di Cilegon berkapasitas 0,9 juta metrik ton ethylene per tahun, kilang berkapasitas lebih dari 300.000 barel per hari dan naphtha cracker 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom, sekitar 2,5 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong, serta sekitar 60 stasiun pengisian bahan bakar ritel Esso.