Bank Indonesia membuka forum tahunan Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026 di Jakarta, Senin (28/9), dengan menyoroti kebutuhan layanan kebanksentralan yang andal dan aman seiring makin luasnya transaksi ekonomi dan keuangan lintas negara. Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono mengatakan kredibilitas kebijakan bank sentral perlu ditopang oleh kredibilitas operasional, mencakup penyelesaian transaksi operasi moneter, pengelolaan cadangan devisa dan emas, kerja sama keuangan internasional, hingga layanan bagi pemerintah dan industri keuangan.
Salah satu data konkret yang diungkap Bank Indonesia adalah perkembangan kerja sama Local Currency Transaction (LCT), skema yang memungkinkan transaksi dagang antarnegara memakai mata uang masing-masing negara, bukan dolar AS. Kerja sama ini kini berjalan dengan tujuh negara mitra, yaitu Malaysia, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura. Pada semester I 2026, nilai transaksi LCT mencapai US$42,07 miliar, melonjak 259 persen dibanding periode sama tahun 2025 yang sebesar US$11,72 miliar, dan sudah melampaui total transaksi sepanjang tahun 2025 sebesar US$25,74 miliar. Bank Indonesia menyatakan kerja sama ini akan terus diperluas ke negara mitra lain, tanpa merinci negara yang dimaksud.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, yang turut hadir, menyampaikan bahwa ketahanan sektor keuangan bukan sekadar kemampuan menghadapi krisis, melainkan juga kemampuan beradaptasi dan menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, ketahanan itu perlu dibangun lebih dulu lewat kebijakan yang kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, serta sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dalam merespons perubahan ekonomi dan teknologi.
Forum yang mengusung tema ketahanan layanan keuangan di tengah risiko geopolitik ini juga menghadirkan diskusi dengan pakar dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), akademisi Institut Teknologi Bandung dan University of Melbourne, serta praktisi dari Deloitte dan J.P. Morgan Asia Pacific. Salah satu topik yang dibahas adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial, termasuk generative AI, untuk meningkatkan efisiensi pelaporan keuangan tanpa mengurangi transparansi dan akuntabilitas.
