Pembayaran dengan cara memindai kode QRIS kini bukan lagi hal baru, mulai dari warung kecil di pinggir jalan sampai minimarket besar. Kebiasaan ini penting dicatat karena menandakan transisi dari uang tunai ke pembayaran digital sudah merambah ke transaksi harian yang paling kecil nilainya, bukan cuma belanja besar atau transaksi online.

Bank Indonesia mencatat, hingga Juli 2026, ada 45,46 juta pedagang yang sudah menerima pembayaran lewat QRIS, dengan 67,51 juta orang yang aktif memakainya dan total volume transaksi mencapai 15,06 miliar. QRIS sendiri adalah kode QR standar nasional, jadi satu kode yang sama bisa dipindai oleh berbagai aplikasi dompet digital atau mobile banking, termasuk GoPay, tanpa pedagang perlu memasang kode berbeda untuk setiap aplikasi.

Di warung, pembeli cukup memindai kode QRIS milik pedagang lewat aplikasi, lalu nominal yang harus dibayar biasanya sudah muncul otomatis karena memakai QRIS dinamis, sehingga risiko salah ketik jumlah bayar berkurang. Di GoPay, pengguna juga mendapat poin GoPay Coins setiap transaksi yang bisa dipakai lagi untuk belanja selanjutnya. Minimarket seperti Alfamart dan Indomaret pun sudah menerima pembayaran lewat GoPay, sekaligus melayani isi ulang dan tarik tunai saldo tanpa biaya tambahan.

Selain belanja harian, aplikasi dompet digital semacam ini juga dipakai untuk membayar kebutuhan rutin seperti tagihan listrik dan PDAM, sehingga satu aplikasi bisa menggantikan beberapa cara bayar yang dulu terpisah.