Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar Mandalika menyambut gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan harapan besar. Ajang balap motor MotoGP yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9 hingga 11 Oktober 2026 ini dilihat sebagai kesempatan memperkenalkan produk khas daerah kepada wisatawan dari berbagai negara, bukan sekadar menambah omzet harian.
Rohaniah, pemilik usaha Malindo Coffee, menyiapkan stik kopi kemasan praktis yang ia klaim sebagai produk pertama dengan bentuk semacam itu di Lombok. Ia menyesuaikan kemasan dengan kebiasaan wisatawan yang singgah singkat di Mandalika namun tetap ingin membawa oleh-oleh. Harapannya, siapa pun yang mengenal Mandalika lewat ajang ini juga ikut membawa pulang produk kopi lokal tersebut.
Cerita serupa datang dari M. Arif Yani, pemilik usaha Sate Ibu Lilik, yang melihat gelaran ini sebagai jalan memperkenalkan sate lilit ayam kepada wisatawan mancanegara. Para pelaku UMKM ini mendapat tempat berjualan di area Festival di seputaran sirkuit, sehingga produk mereka langsung bertemu konsumen dari berbagai penjuru dunia. Mereka juga tergabung dalam Rumah BUMN Pertamina, program pembinaan usaha kecil yang memberi pelatihan dan pendampingan sebelum acara berlangsung.
Bagi kedua pelaku usaha ini, keberhasilan acara tidak hanya diukur dari transaksi selama tiga hari perlombaan, melainkan dari cerita dan rekomendasi yang dibawa wisatawan setelah pulang. Mereka berharap pengalaman mencicipi kopi dan sate lilit khas Lombok ini menyebar dari mulut ke mulut ke calon wisatawan lain di luar negeri.
