WIKA Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk, RUPSU Digelar 21 Oktober
WIKA memanggil pemegang Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I 2022 untuk RUPSU pada 21 Oktober 2026, menyusul gagal bayar bagi hasil dua periode berturut-turut.
6 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memanggil para pemegang Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB di WIKA Tower 2, Jalan D.I. Panjaitan Kavling 9-10, Jakarta Timur. RUPSU ini diselenggarakan atas permintaan PT Bank Mega Tbk selaku wali amanat, berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Akta Nomor 47 tanggal 20 Juli 2022.
Penyebab pemanggilan ini adalah kelalaian WIKA dalam memenuhi dua kewajiban pembayaran sekaligus, yaitu Pendapatan Bagi Hasil ke-14 untuk sukuk Seri A, serta Pendapatan Bagi Hasil ke-15 untuk sukuk Seri B dan Seri C dari penerbitan yang sama. Dalam RUPSU nanti, WIKA akan memberikan penjelasan atas kelalaian tersebut dan mengajukan usulan penyelesaian, yang selanjutnya akan dibahas dan diputuskan langsung oleh para pemegang sukuk yang hadir.
Pemegang sukuk yang berhak hadir dan memiliki hak suara adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tiga hari kerja sebelum tanggal RUPSU, dengan membawa Konfirmasi Tertulis Untuk RUPSU (KTUR). RUPSU dinyatakan sah jika dihadiri perwakilan minimal tiga perempat dari jumlah sukuk yang belum dilunasi, dan keputusan baru mengikat jika disetujui minimal tiga perempat dari sukuk yang hadir dalam rapat. Sukuk yang dimiliki WIKA sendiri atau afiliasinya tidak memiliki hak suara dalam RUPSU ini, kecuali afiliasi tersebut terbentuk karena penyertaan modal pemerintah.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal WIKA? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.