6 Oktober 2026Cenderung negatif
Laporan ini condong negatif bagi WIKA, karena memperlihatkan perusahaan gagal membayar bagi hasil sukuk untuk dua periode pembayaran sekaligus, yakni pembayaran ke-14 Seri A dan ke-15 Seri B serta C. Yang tersentuh di sini adalah arus kas, yakni ketersediaan…
6 Oktober 2026Cenderung negatif
Laporan ini condong negatif bagi WIKA, karena isinya bukan sekadar permintaan menunda jadwal, melainkan permohonan resmi agar pemegang sukuk memaafkan kegagalan membayar dua periode bagi hasil yang sudah lewat jatuh tempo. Yang tersentuh di sini adalah arus…
6 Oktober 2026Cenderung negatif
Laporan ini condong negatif bagi WIKA, karena memperlihatkan masalah gagal bayar kini merambah ke obligasi konvensional, bukan cuma sukuk yang sudah diberitakan sebelumnya, sehingga daftar surat utang yang macet dibayar terus bertambah. Yang tersentuh adalah…
6 Oktober 2026Cenderung negatif
Laporan ini condong negatif bagi WIKA, karena menambah daftar kegagalan bayar yang terungkap, bagi hasil ke-20 Seri B dan C serta gagal melunasi pokok Seri B dari tahap sukuk berbeda dari yang sudah diberitakan sebelumnya. Yang tersentuh adalah arus kas…
6 Oktober 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena menambah daftar instrumen utang yang gagal dibayar tepat waktu, kali ini obligasi konvensional Tahap I 2021 untuk bunga ke-20 Seri B dan C serta pokok Seri B, melengkapi rangkaian gagal bayar sukuk dan obligasi lain yang…
29 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi Waskita Karya, karena PEFINDO resmi menurunkan peringkat korporasinya dua tingkat, dari idB ke idCCC, meski efek yang dijamin pemerintah tetap aman di peringkat tertinggi AAA. Yang tersentuh adalah beban bunga dan akses pendanaan baru…
28 September 2026Netral
Laporan ini netral bagi Waskita, sebab dana Rp722 miliar yang akhirnya diterima pemegang obligasi bukan berasal dari kas Waskita sendiri, melainkan dari penjamin, yaitu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Kementerian Keuangan, yang memang sejak awal…
28 September 2026Netral
Laporan ini netral bagi WIKA, sebab isinya baru sebatas jadwal rapat, belum memuat agenda atau usulan restrukturisasi yang bisa dibaca sebagai perbaikan atau perburukan kondisi keuangan. Yang tersentuh adalah arus kas dan kewajiban utang perusahaan, karena…
28 September 2026Netral
Laporan ini netral bagi WIKA, sebab isinya baru pemberitahuan rencana rapat, belum memuat agenda, usulan restrukturisasi, atau perubahan syarat pembayaran yang bisa dinilai arah dampaknya. Yang tersentuh adalah arus kas dan kewajiban utang perusahaan, karena…
28 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini condong negatif bagi WSBP, karena BEI sendiri secara eksplisit mengaitkan gagal bayar kupon ini dengan keraguan atas kelangsungan usaha perusahaan, dan sahamnya tetap tidak bisa diperdagangkan tanpa kepastian waktu. Yang tersentuh di sini adalah…
28 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi Pos Indonesia, karena menegaskan bahwa perusahaan benar-benar telah gagal membayar kewajiban utangnya, bukan sekadar berisiko gagal bayar. Yang tersentuh adalah arus kas dan beban bunga, sebab status gagal bayar membuat biaya pinjaman…
28 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi Pos Indonesia karena mengonfirmasi bahwa perusahaan benar benar tidak membayar bunga obligasi senilai Rp11,75 miliar pada tanggal jatuh temponya, persis seperti yang dikhawatirkan setelah pemegang obligasi menolak restrukturisasi pada…
25 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena PEFINDO secara resmi memberi status gagal bayar pada peringkat sukuknya, bukan sekadar peringatan risiko seperti pada laporan-laporan sebelumnya. Yang tersentuh adalah arus kas dan kemampuan WIKA memenuhi kewajiban utang:…
23 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini jelas negatif bagi Waskita karena mengonfirmasi perusahaan gagal melunasi pokok obligasi Rp722 miliar tepat waktu, tanda tekanan arus kas yang masih berat meski kewajiban bunga tetap dibayar. Yang tersentuh adalah likuiditas, yakni ketersediaan…
21 September 2026Netral
Laporan ini sendiri netral karena isinya baru sebatas jadwal rapat, belum memuat agenda rinci atau keputusan apa pun. Yang tersentuh adalah arus kas dan kewajiban utang WIKA, sebab RUPSU seperti ini lazimnya jadi forum bagi pemegang surat utang untuk…
21 September 2026Netral
Pengumuman ini netral bagi WIKA karena isinya baru soal jadwal rapat, belum ada agenda, syarat, atau angka restrukturisasi utang yang dibuka ke publik. Yang tersentuh adalah arus kas dan kewajiban utang perusahaan, sebab rapat pemegang obligasi seperti ini…
21 September 2026Netral
Laporan ini netral bagi WIKA, karena isinya baru pemberitahuan jadwal rapat pemegang sukuk, belum memuat agenda, usulan restrukturisasi, atau keputusan apa pun yang bisa dinilai baik atau buruk. Yang tersentuh adalah arus kas dan kewajiban utang jangka pendek…
18 September 2026Cenderung negatif
Ini kabar negatif bagi ADHI, karena penurunan peringkat ke status gagal bayar menegaskan bahwa tekanan likuiditas yang sebelumnya sudah diakui manajemen sendiri kini benar-benar berujung pada tidak terbayarnya kupon obligasi. Yang tersentuh adalah beban bunga…
18 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena bursa secara eksplisit mengaitkan penundaan pembayaran bagi hasil sukuk dengan masalah kelangsungan usaha perusahaan, bukan sekadar keterlambatan administratif biasa. Yang tersentuh adalah arus kas, yakni kemampuan…
11 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena PEFINDO secara resmi mengonfirmasi status gagal bayar dengan menurunkan peringkat empat surat utangnya ke level idD dan idD(sy), peringkat terendah yang berarti gagal bayar sudah terjadi, bukan sekadar risiko ke depan.…
9 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena kegagalan membayar pokok dan bunga surat utang adalah sinyal gagal bayar yang oleh BEI sendiri disebut mengindikasikan masalah kelangsungan usaha, bukan sekadar urusan administrasi. Yang tersentuh di sini adalah arus kas…
7 September 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi ADCP karena perusahaan benar-benar gagal membayar bunga obligasi tepat waktu, bukan sekadar keterlambatan administratif, dan nilainya cukup besar yaitu Rp10,29 miliar. Yang tersentuh adalah arus kas perusahaan, yakni uang tunai yang…
26 Agustus 2026Cenderung negatif
RUPSU ini negatif bagi WIKA, karena secara resmi mengonfirmasi bahwa perseroan belum mampu membayar bagi hasil sukuk seri A yang jatuh tempo pada periode ke-14, sejalan dengan pemangkasan peringkat menjadi gagal bayar oleh Pefindo pekan lalu. Yang tersentuh…
26 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena panggilan RUPSU ini tidak cuma meminta penundaan bagi hasil, tapi juga mengajukan perubahan jatuh tempo pembayaran pokok sukuk, tanda tekanan arus kas yang lebih dalam dari sekadar telat bayar bunga. Pos yang tersentuh…
26 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena untuk kesekian kalinya perseroan resmi meminta pemegang surat utangnya menunda pembayaran, kali ini untuk tranche Sukuk Tahap II sekaligus memohon pengampunan atas kewajiban bagi hasil ke-14 yang sudah telat dibayar. Yang…
26 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena perseroan kembali meminta pemegang sukuknya menunda pembayaran, kali ini untuk dua periode bagi hasil sekaligus plus perubahan jatuh tempo pokok, pada seri Sukuk Berkelanjutan II Tahap I yang berbeda dari seri A dan Tahap…
25 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi ADHI karena upaya penyelesaian utang bunga obligasi lewat rapat pemegang obligasi pada 6 Agustus 2026 gagal mencapai kuorum, artinya perusahaan masih belum punya kepastian skema pembayaran meski sudah lewat tanggal jatuh tempo. Yang…
24 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi ADHI, karena perusahaan tidak membayar bunga sesuai jadwal dan baru bisa memenuhinya setelah dinegosiasikan ulang dengan pemegang obligasi, sejalan dengan gagal bayar kupon dan penurunan peringkat yang sudah dilaporkan pekan ini. Yang…
21 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi WIKA, karena peringkat idD dan idD(sy) dari lembaga pemeringkat independen secara resmi mengonfirmasi status gagal bayar atas obligasi dan sukuk senilai Rp2,47 triliun, bukan sekadar penundaan administratif. Pos yang tersentuh adalah…
21 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi ADHI karena perusahaan sendiri mengakui berpotensi tidak mampu membayar bunga obligasi yang jatuh tempo, sejalan dengan pemangkasan peringkat oleh PEFINDO ke idB dua hari sebelumnya. Yang tersentuh adalah likuiditas, yaitu…
19 Agustus 2026Cenderung negatif
Laporan ini negatif bagi ADHI. PEFINDO memangkas peringkat perusahaan dan tiga seri obligasinya dari idBB menjadi idB sekaligus mempertahankan status CreditWatch dengan implikasi negatif, dan lembaga pemeringkat itu sendiri secara eksplisit menyebut risiko…