WIKA: Usulan Sukuk Ditolak Lagi, 71,4% Suara Tak Setuju
RUPSU Sukuk Mudharabah WIKA 21 Oktober gagal ambil keputusan karena 71,4% pemegang sukuk menolak usulan penjadwalan ulang bagi hasil ke-22 dan ke-23.
23 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 10.26 hingga 11.42 WIB, di WIKA Tower 2, Jakarta Timur. Tiga agenda dibahas dalam rapat ini: persetujuan perubahan atau penundaan jadwal pembayaran bagi hasil ke-22 Seri B dan ke-23 Seri C, persetujuan perubahan atau penundaan jadwal pembayaran bagi hasil ke-23 Seri B dan ke-24 Seri C, serta persetujuan pengesampingan pelanggaran atas tidak terbayarnya bagi hasil ke-22 Seri B dan ke-23 Seri C. Rapat dihadiri Wali Amanat PT Bank Mega Tbk, pihak Emiten yang diwakili Direktur Keuangan Mulyadi dan Aji Bramantyojati yang mewakili PT Perusahaan Pengelola Aset selaku konsultan atas kuasa Direksi, notaris Humberg Lie yang membuat berita acara, serta para pemegang sukuk. Selama rapat, tiga pemegang sukuk mengajukan pertanyaan dan pendapat terkait agenda tersebut.
Kuorum kehadiran rapat terpenuhi. Sukuk yang hadir mewakili nilai pokok Rp291,35 miliar atau 92,199 persen dari total sukuk WIKA yang masih belum dibayar kembali, yaitu Rp316 miliar. Namun dalam pemungutan suara tertulis, sebanyak Rp208 miliar suara, atau 71,392 persen, menyatakan tidak setuju atas usulan yang diajukan Emiten. Hanya Rp83,35 miliar suara, atau 28,608 persen, yang menyatakan setuju, dan tidak ada suara abstain. Karena aturan dalam Perjanjian Perwaliamanatan mensyaratkan persetujuan minimal tiga per empat atau 75 persen dari suara yang hadir, hasil pemungutan suara ini tidak memenuhi kuorum pengambilan keputusan, sehingga RUPSU tidak menghasilkan keputusan yang mengikat para pemegang sukuk.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal WIKA? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.