PT Wahana Inti Selaras (WISL) melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan bahwa dana hasil Obligasi Berkelanjutan I Wahana Inti Selaras Tahap IV Tahun 2026, yang efektif sejak 26 Juni 2025, sudah seluruhnya terpakai. Dari total dana yang terkumpul Rp173,42 miliar, setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp747,77 juta, hasil bersih yang diterima perusahaan adalah Rp172,67 miliar. Seluruh dana bersih itu, atau 100 persen, direalisasikan untuk modal kerja perusahaan anak yang dalam dokumen ini disebut sebagai 'ITU', sehingga sisa dana yang belum terpakai tercatat nol.

Laporan ini disertai surat kepada OJK bertanggal 6 Oktober 2026 yang ditandatangani Bambang Prijono SP selaku Direktur Utama WISL. Surat tersebut merujuk pada Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Wahana Inti Selaras Tahap IV Tahun 2026 Nomor 31 tanggal 16 Juli 2026, serta Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015 yang mewajibkan emiten melaporkan secara berkala realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum.

Rincian biaya penawaran umum juga diungkap dalam dokumen. Biaya jasa penjaminan (underwriting fee) sebesar Rp26,01 juta, biaya jasa penyelenggaraan (management fee) Rp346,84 juta, biaya jasa penjualan (selling fee) Rp26,01 juta, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp95 juta, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp182,37 juta, biaya jasa konsultasi keuangan nihil, dan biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi Rp71,53 juta. Dokumen resmi ini ditandatangani secara elektronik oleh Heryanto Ali selaku Corporate Secretary WISL pada 7 Oktober 2026 pukul 08.38.