PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) mengoreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umumnya, menggantikan surat sebelumnya nomor 108/YUP-FIN/VII/2026 tertanggal 15 Juli 2026. Laporan baru ini diteken Direktur Keuangan Rusman Apandi dan menyebutkan dana bersih yang diperoleh dari IPO saham, yang efektif 18 Maret 2025, sebesar Rp596.674.384.052, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp15.965.548.948 dari dana kotor Rp612.639.933.000.
Dari rencana penggunaan dana di prospektus, 72 persen atau Rp429.605.556.517 dialokasikan untuk belanja modal, yakni pembangunan pabrik baru di Nganjuk yang menurut dokumen ini baru akan dimulai pada 2027. Sisanya, 28 persen atau Rp167.068.827.535, dialokasikan untuk modal kerja ekspansi pasar internasional dan domestik lewat entitas anak. Dari porsi modal kerja itu, perseroan sudah merealisasikan Rp55.300.000.000, setara 9,27 persen dari total dana bersih IPO.
Sisa dana sebesar Rp541.374.384.052, atau 91,83 persen dari dana bersih, saat ini ditempatkan dalam bentuk tabungan atau giro dan deposito berjangka satu sampai tiga bulan di empat bank, yaitu Bank Panin, Bank BTPN Syariah, Bank CTBC, dan Bank OCBC Syariah, dengan bunga berkisar 0 sampai 6,25 persen per tahun. Seluruh penempatan ini berada di pihak ketiga tanpa hubungan afiliasi dengan perseroan.
Dari sisi biaya, total biaya penawaran umum Rp15.965.548.948 itu paling banyak terpakai untuk jasa profesi penunjang pasar modal sebesar 53,12 persen, diikuti jasa penjaminan emisi 23,02 persen, jasa penyelenggaraan dan jasa penjualan masing-masing 4,32 persen, jasa lembaga penunjang pasar modal 7,44 persen, jasa konsultasi keuangan 6,22 persen, dan biaya lain-lain 1,57 persen.
