PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk semester I 2026 yang merupakan koreksi atas penyampaian sebelumnya kepada Bursa Efek Indonesia. Perseroan membukukan penjualan bersih Rp545,5 miliar pada semester I 2026, naik 35,3 persen dari Rp403,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih tahun berjalan melonjak 138,3 persen menjadi Rp27,78 miliar dari Rp11,66 miliar, dengan laba usaha naik dari Rp26,6 miliar menjadi Rp50,2 miliar. Kenaikan laba ini turut ditopang oleh turunnya beban keuangan dari Rp12,67 miliar menjadi Rp9,71 miliar.
Perseroan juga menyampaikan keterbukaan informasi terpisah karena sejumlah pos di neraca berubah lebih dari 20 persen dibandingkan akhir 2025. Total liabilitas turun 28,8 persen dari Rp376,8 miliar menjadi Rp268,3 miliar, terutama karena pelunasan utang bank jangka pendek dari Rp137,6 miliar menjadi Rp81,1 miliar dan utang usaha yang turun dari Rp116,5 miliar menjadi Rp71,5 miliar. Total aset ikut menyusut 12 persen menjadi Rp670,1 miliar, seiring piutang usaha pihak ketiga yang turun dari Rp34,4 miliar menjadi Rp16,5 miliar karena pelanggan melunasi tagihannya. Sebaliknya, kas dan bank naik dari Rp4,75 miliar menjadi Rp6,7 miliar.
Arus kas dari aktivitas operasi naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp114,4 miliar, yang sebagian besar dipakai untuk membayar utang bank sebesar Rp62,1 miliar, liabilitas sewa Rp33,2 miliar, dan dividen tunai Rp10,44 miliar kepada pemegang saham. Total ekuitas perseroan naik tipis dari Rp384,4 miliar menjadi Rp401,8 miliar. Laporan ini ditandatangani oleh Direktur Utama Franxiscus Afat Adinata Nursalim dan Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Luki Rusli.
