Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menghadiri sekaligus mendukung acara Kick-Off dan Pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Minggu (6/9/2026). Ia mengaitkan acara tersebut dengan upaya pemerintah memperluas perlindungan sosial bagi seluruh angkatan kerja, termasuk jutaan pekerja yang selama ini belum tersentuh jaminan hari tua.

Yassierli mengatakan sekitar 60 persen dari 155 juta angkatan kerja Indonesia saat ini bekerja di sektor informal, kelompok yang umumnya tidak mendapat jaminan pensiun dari tempat kerja. Ia menyebut kondisi itu jadi perhatian pemerintah, karena setiap warga negara berhak atas perlindungan sosial, termasuk saat memasuki masa tua meski bekerja di luar hubungan kerja formal.

Angka BPSTingkat pengangguran terbuka
4,68%Februari 2026

Bagian angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan. Turun 0,17 poin dibanding Agustus 2025. Terendah dalam 5 periode yang tercatat.

Februari 2024: 4,82%Agustus 2024: 4,91%Februari 2025: 4,76%Agustus 2025: 4,85%Februari 2026: 4,68%FebAguFebAguFeb2024202520264,914,68Februari 2024: 4,82%Agustus 2024: 4,91%Februari 2025: 4,76%Agustus 2025: 4,85%Februari 2026: 4,68%FebAguFebAguFeb2024202520264,914,68

Sumber: Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Provinsi. Diolah The Signal.

Yassierli juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menikmati bonus demografi, namun secara bertahap akan menghadapi periode penuaan penduduk. Menurutnya, kesiapan perlindungan sosial perlu disiapkan sejak sekarang agar masyarakat yang telah melewati usia produktif tetap bisa hidup mandiri tanpa bergantung pada generasi pekerja yang masih aktif.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut indeks literasi dana pensiun masyarakat Indonesia baru mencapai 22 persen, atau berarti tidak sampai seperempat masyarakat yang benar-benar paham pentingnya menyiapkan dana pensiun sejak awal bekerja. Ia menyebut hal ini jadi pekerjaan rumah bersama OJK, DPR, pemerintah, asosiasi dana pensiun, dan perusahaan dana pensiun untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, termasuk mereka yang bekerja mandiri di luar sektor formal.