Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka program pembekalan dan penyaluran bantuan modal usaha bagi kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Acara ini penting bagi pembaca karena menyangkut dana negara yang langsung disalurkan ke tangan pelaku usaha mikro dan pemula sebagai modal pengembangan usaha.
Dalam kick off tersebut, Kemnaker menyerahkan bantuan kepada 1.000 penerima kategori TKM Lanjutan, masing-masing sebesar Rp15 juta, serta 8.731 penerima kategori TKM Pemula dengan nilai Rp5 juta per orang. Jika ditotal, dana yang digelontorkan untuk kedua kelompok ini mencapai sekitar Rp58,7 miliar. Yassierli menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari uang rakyat lewat APBN, sehingga penerima diminta menjaga dan mengelolanya dengan hati-hati.
Selain bantuan modal, peserta TKM juga mendapat pembekalan seputar pematangan ide bisnis, kemasan produk, pemasaran daring, dan cara menjaga kualitas produk. Yassierli menyebut program bantuan TKM ini sudah berjalan selama enam tahun dan menurut catatan Kemnaker telah melahirkan banyak wirausaha baru yang sukses.
Dalam arahannya, Yassierli juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan lama, bukan hanya mengejar pelanggan baru, sebagai salah satu kunci usaha bisa terus tumbuh. Ia mencontohkan praktik menghubungi kembali pelanggan setelah bertransaksi, seperti yang lazim dilakukan di layanan kesehatan, sebagai bentuk pengelolaan hubungan pelanggan yang bisa ditiru pelaku usaha kecil.
