BPJS Ketenagakerjaan memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan cara yang berbeda dari sekadar seremoni kantor. Direktur Kepesertaan Agung Nugroho turun langsung ke Kantor Cabang Pekalongan untuk melayani peserta, menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia, dan meninjau program pemberdayaan bagi penerima manfaat. Langkah ini penting karena menyasar salah satu titik lemah jaminan sosial di Indonesia, yaitu rendahnya perlindungan bagi pekerja informal yang selama ini sering luput dari program semacam ini.

Di kantor cabang, Agung berdialog langsung dengan peserta yang sedang mengurus klaim, baik yang datang tatap muka maupun yang memakai layanan digital. Tujuannya memastikan kedua jalur layanan itu sama-sama cepat dan tidak menyulitkan peserta, sekaligus menampung keluhan yang selama ini mungkin tidak sampai ke pengambil kebijakan di pusat.

Bagian yang lebih berdampak jangka panjang adalah kolaborasi dengan mahasiswa Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Bersama Sekretaris Daerah Pekalongan Nur Priyantomo, Agung menyerahkan kartu kepesertaan secara simbolis kepada warga yang proses edukasi dan pendaftarannya didampingi mahasiswa tersebut. Menurut Agung, mahasiswa berperan mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat mendaftar, terutama pekerja informal yang selama ini belum terlindungi.

Sekretaris Daerah Pekalongan Nur Priyantomo menyampaikan apresiasi atas pendekatan proaktif ini. Namun berita ini tidak menyebutkan berapa banyak warga yang baru terdaftar lewat program pendampingan mahasiswa, maupun nilai santunan yang diserahkan kepada ahli waris, sehingga besar dampaknya bagi cakupan pekerja informal di Pekalongan belum bisa diukur dari sini.