PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 7 Oktober 2026 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan. Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 21.492.346.572 saham, atau 87,13 persen dari total 24.665.514.894 saham yang telah diterbitkan setelah dikurangi 74.979.400 saham yang sudah dibeli kembali oleh perseroan. Dari jumlah hak suara yang sah, kehadiran itu setara 97,14 persen, sehingga syarat kuorum untuk dua agenda rapat terpenuhi. Kedua agenda disetujui dengan 99,995 persen suara setuju dan sisanya 0,0046 persen abstain, tanpa suara menolak. Penghitungan suara dilakukan PT Datindo Entrycom sebagai Biro Administrasi Efek dan divalidasi notaris M. Nova Faisal.

Agenda pertama adalah perubahan anggaran dasar perseroan untuk menyelaraskannya dengan peraturan perundang-undangan terbaru, termasuk ketentuan mengenai anak usaha Badan Usaha Milik Negara. Penjelasan notaris menyebut perubahan ini mencakup penyesuaian ambang batas kewenangan (threshold kewenangan) di internal perseroan. Direksi diberi kuasa untuk menyusun ulang seluruh anggaran dasar dalam akta notaris dan melaporkannya ke instansi berwenang agar mendapat persetujuan resmi.

Agenda kedua mengukuhkan pengunduran diri Kicky Andrie Davetra sebagai Direktur Bisnis yang berlaku sejak 13 Juli 2026, dan mengangkat Hari Basuki sebagai penggantinya dengan masa jabatan 7 Oktober 2026 sampai 7 Oktober 2031, atau hingga penutupan RUPS Tahunan kelima sejak rapat ini. Jabatan Hari Basuki baru efektif setelah lolos uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan. Dengan keputusan ini, susunan direksi AGRO menjadi Ida Bagus Ketut Subagia sebagai Direktur Utama, Lukman Hakim di Direktorat Digital dan Operasional, Rustarti Suri Pertiwi di Direktorat Keuangan, Danar Widyantoro di Direktorat Manajemen Risiko, Kepatuhan dan SDM, serta Hari Basuki di Direktorat Bisnis. Susunan dewan komisaris tetap terdiri dari Muhamad Sidik Heruwibowo sebagai Komisaris Utama, serta Johanes Kuntjoro Adisardjono, Retno Wahyuni Wijayanti, dan Farid Rahman sebagai komisaris independen, ditambah Tatang Yuliono sebagai komisaris.