PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melaporkan hasil kinerja keuangan dan operasional teraudit untuk semester I 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 21 September 2026, disampaikan Sekretaris Perusahaan Vemmy Febrianti. Penjualan bersih perseroan melonjak menjadi US$2,05 miliar dari US$183 juta pada semester I 2025, didorong peningkatan volume produksi dan penjualan serta harga komoditas yang mendukung. EBITDA naik menjadi US$1,13 miliar dengan margin 55 persen dari US$86 juta dengan margin 47 persen setahun sebelumnya, sementara laba bersih tercatat US$504 juta dengan margin 25 persen, berbalik dari rugi bersih US$146 juta pada semester I 2025.

Dari sisi produksi, AMMAN, melalui anak usaha PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri, mencatat produksi konsentrat tembaga 347.307 metrik ton kering, naik 81 persen secara tahunan, dengan kandungan sekitar 211 juta pon tembaga dan 346.354 ons emas. Perseroan menjual 120.079 metrik ton kering konsentrat lewat izin ekspor sementara yang berlaku hingga April 2026. Produksi katoda tembaga dari smelter mencapai 48.756 ton dengan penjualan 48.654 ton, sedangkan produksi emas murni dari fasilitas Precious Metal Refinery mencapai 122.131 ons dengan penjualan 65.544 ons. Perseroan juga meraih Completion and Project Acceptance Certificate, sertifikat serah terima yang menandai rampungnya konstruksi dan uji kinerja smelter serta fasilitas pemurnian logam mulia, pada 24 Juli 2026.

Di sisi neraca, total utang turun 9 persen menjadi US$5,85 miliar per 30 Juni 2026 dari US$6,43 miliar pada akhir 2025, setelah perseroan melunasi utang US$588 juta sepanjang semester berjalan. Dengan kas dan setara kas US$819 juta, utang bersih tercatat US$5,03 miliar, turun 13 persen, sehingga rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik dari 5,4 kali menjadi 2,4 kali. Perseroan berencana melunasi tambahan US$350 juta pada kuartal III 2026. Belanja modal turun 82 persen menjadi US$130 juta seiring rampungnya proyek-proyek ekspansi utama. Perseroan juga merevisi naik panduan produksi emas dalam konsentrat tahun 2026 sebesar 34 persen menjadi 775.000 ons, sementara panduan tembaga dalam konsentrat tetap di 485 juta pon, serta merilis panduan baru produksi katoda tembaga 130.000 ton dan emas murni 350.000 ons untuk tahun ini.

Pembaruan laporan cadangan bijih sesuai standar JORC per 30 Juni 2026, yang disetujui Competent Person independen dari AMC Consultants, mencatat cadangan bijih Batu Hijau naik 10,2 persen meski sudah berproduksi 18 bulan, dengan kandungan tembaga naik 2,6 persen dan kandungan emas turun 6,7 persen. Cadangan bijih Elang naik sekitar 2,0 persen dari sisi tonase, kandungan tembaga, dan kandungan emas, dengan asumsi harga emas dinaikkan menjadi US$2.500 per ons dari US$1.800 per ons. Umur tambang Batu Hijau diperpanjang hingga 2031/2032, sedangkan Keputusan Investasi Final proyek Elang ditargetkan pada 2027 dengan produksi bijih pertama pada 2031/2032.