PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan dana yang dialokasikan hingga Rp1 triliun, setara US$55,54 juta dengan asumsi kurs Rp18.006 per dolar AS. Rencana ini memakai jalur khusus dalam POJK No. 13/2023 dan surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK No. S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026 tentang kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, sehingga perseroan tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham untuk melaksanakannya. Periode pembelian berjalan 22 Oktober 2026 sampai 22 Januari 2027, dan perseroan telah menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai pelaksana transaksi di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan harga saham pada tanggal pengumuman, jumlah saham yang akan dibeli kembali diperkirakan tidak lebih dari 0,37 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, jauh di bawah batas maksimal 20 persen yang diperbolehkan aturan. Dalam proforma yang disertakan, jumlah saham beredar turun dari 72.412.413.856 lembar menjadi 72.145.568.937 lembar, atau berkurang 266.844.919 lembar. Sebagai konsekuensinya, kas dan setara kas perseroan berkurang dari US$676,8 juta menjadi US$621,4 juta, dan total ekuitas turun dengan jumlah yang sama, yakni US$55,4 juta. Laba per saham naik tipis dari US$0,003436 menjadi US$0,003441, sementara return on assets naik dari 1,86 persen ke 1,87 persen dan return on equity dari 4,75 persen ke 4,80 persen. Harga beli saham dibatasi tidak boleh lebih tinggi dari harga transaksi sebelumnya, dan saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasury yang baru bisa dialihkan 30 hari setelah proses buyback selesai atau periodenya berakhir.

Perseroan menegaskan dana buyback seluruhnya berasal dari kas internal, tidak memakai dana hasil penawaran umum maupun pinjaman atau utang, dan memperkirakan tidak ada dampak negatif material terhadap pendapatan karena modal kerja dan arus kasnya masih cukup. Selama periode pembelian kembali, komisaris, direktur, karyawan, dan pemegang saham utama perseroan dilarang bertransaksi saham AMMN. Perseroan menyebut tujuan buyback ini untuk meningkatkan tingkat pengembalian bagi pemegang saham dan memperkuat kepercayaan investor agar harga saham lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.