Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) menggelar Employment Business Matching (EBM) Malaysia-Indonesia 2026 di Hotel Concorde, Kuala Lumpur, selama dua hari. Malaysia menjadi negara kedelapan tempat APJATI menyelenggarakan forum semacam ini, sekaligus mencatatkan penyelenggaraan terbesar sepanjang program tersebut. Tujuannya mempertemukan langsung perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia dengan agensi perekrut Malaysia, sambil mendorong praktik rekrutmen yang aman dan legal.

Delegasi Indonesia berjumlah 74 perwakilan dari 44 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) berizin, dipimpin Ketua Umum APJATI Said Saleh Alwaini dan Sekretaris Jenderal Maria Ginting. Pada hari pertama, delegasi bertemu 58 peserta dari 40 agensi anggota Pertubuhan Kebangsaan Sumber Manusia Malaysia (PUSMA) yang dipimpin Presiden Siti Zarina Ismail. Hari kedua diperluas dengan kehadiran 40 perusahaan Malaysia yang diwakili 50 peserta, membuka ruang pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama secara langsung.

Delegasi dari daerah turut diperkuat kehadiran Dewan Pengurus Daerah (DPD) APJATI dari Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Palembang, Sulawesi, dan Kepulauan Riau. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), termasuk SMK Go Global yang diarahkan membuka akses lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ke pasar kerja dan pengembangan karier internasional.

Penyelenggaraan EBM mendapat dukungan Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan RI di Malaysia. Yang hadir antara lain Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya, Deputy Chief of Mission Danang Waskito, Atase Tenaga Kerja Adhitya Himawan beserta tim KBRI Kuala Lumpur, Konsul Konsuler KJRI Penang Nelvy Meilia Syah, serta Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru Leny Marliani.