PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) melaporkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan senilai Rp247,3 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, naik dari Rp220,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah dikurangi beban pokok penjualan Rp206,4 miliar, laba bruto perusahaan melonjak ke Rp40,9 miliar dari Rp26,3 miliar. Laba usaha berbalik menjadi Rp11,8 miliar, dari rugi usaha Rp406,7 juta pada periode sebelumnya, sementara laba bersih tercatat Rp7,46 miliar dibanding rugi bersih Rp468,5 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Laba per saham ikut berbalik dari minus Rp0,34 menjadi positif Rp5,48 per lembar.

Di sisi arus kas, kas dan setara kas perusahaan turun tajam dari Rp115,97 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp41,23 miliar pada akhir September 2026. Penyebab utamanya adalah pembayaran dividen tunai Rp59,99 miliar sepanjang periode ini, serta belanja modal untuk pembelian aset tetap yang melonjak menjadi Rp46,66 miliar dari Rp6,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski kas keluar untuk investasi dan pendanaan membesar, arus kas dari aktivitas operasi justru menguat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp25,61 miliar dari Rp7,76 miliar. Akibat pembagian dividen itu, total ekuitas perusahaan turun dari Rp350,4 miliar menjadi Rp298,1 miliar, sementara total aset menyusut dari Rp470,6 miliar menjadi Rp431,8 miliar.

Laporan ini merupakan laporan keuangan interim kuartal III 2026 yang belum diaudit, ditandatangani Direktur Utama Wilson Agung Pranoto di Tangerang pada 27 Oktober 2026. Perusahaan juga melaporkan anak usahanya, PT Tiga Berlian Electric yang bergerak di perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga, dengan kepemilikan 99,8 persen dan total aset Rp21,21 miliar per akhir 2025.