Indonesia melalui Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dengan sejumlah mitra dagang utama, termasuk Inggris, Uni Eropa, dan Rusia, dalam rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN di Pasay City, Filipina, pada 17 hingga 22 September 2026. Dorongan ini disampaikan di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan fokus pada ketahanan energi dan pangan, diversifikasi rantai pasok, transformasi digital, serta pelibatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi pelaku usaha Indonesia yang berdagang dengan kawasan-kawasan tersebut, arah kerja sama ini akan menentukan kemudahan akses pasar dan aturan dagang ke depan.

Dalam pertemuan Menteri Ekonomi KTT Asia Timur pada 21 September, Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi negara-negara Asia Timur memperkuat ketahanan energi dan pangan serta membangun rantai pasok yang lebih terdiversifikasi. Indonesia mendorong pemanfaatan kerangka kerja ASEAN yang sudah ada, seperti Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN dan Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital, untuk memperkuat ketahanan kolektif kawasan di tengah meningkatnya kebutuhan energi akibat digitalisasi dan pusat data.

Dengan Inggris, ASEAN mengesahkan Deklarasi Bersama Kerja Sama Ekonomi Masa Depan 2026 dan memperbarui rencana kerja ekonomi bersama. Nilai perdagangan barang dan jasa ASEAN-Inggris pada 2025 tercatat £62 miliar, naik 17,4 persen dibandingkan 2024. Dengan Uni Eropa, perdagangan barang dua arah pada 2025 mencapai US$318,8 miliar, sementara investasi Uni Eropa ke ASEAN tercatat US$31,3 miliar, menjadikan Uni Eropa mitra dagang terbesar ketiga dan sumber investasi asing terbesar ASEAN. Kedua pihak juga tengah merampungkan Prinsip Perdagangan Digital ASEAN-Uni Eropa, menjelang peringatan 50 tahun hubungan kedua kawasan pada 2027.

Dengan Rusia, ASEAN merampungkan Program Strategis Kerja Sama Dagang dan Investasi untuk periode 2026-2035, yang menyasar sektor investasi, fasilitasi perdagangan, ketahanan energi, pertambangan, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia. ASEAN juga mendukung program kerja sama dengan Komisi Ekonomi Eurasia untuk periode 2026-2030, yang sejauh ini terwujud dalam bentuk seminar, dialog, dan pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM.