RI Jadi Ketua D-8, Bidik Optimalkan Pakta Dagang Preferensial
Sebagai Ketua Developing-8 2026-2027, Indonesia mendorong pemanfaatan pakta dagang preferensial D-8 yang baru menopang ekspor US$40,26 juta dari total dagang US$40,95 miliar pada 2025.
3 November 2026Sumber: Siaran pers Kementerian Perdagangan
Foto: Kementerian Perdagangan
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Sekretaris Jenderal Developing-8 (D-8) Duta Besar Sohail Mahmood di Istanbul, Turki, Senin (2/11), untuk membahas agenda Indonesia selama memegang kursi Ketua D-8 periode 2026-2027. Dalam pertemuan itu, Indonesia menegaskan tiga fokus utama, yaitu memperkuat integrasi ekonomi di antara sembilan negara anggota, mendorong pemanfaatan Perjanjian Perdagangan Preferensial D-8 atau D-8 PTA, dan mengembangkan ekosistem ekonomi halal di kawasan. Peran sebagai ketua ini penting karena Indonesia yang akan menentukan agenda dan jadwal pertemuan dagang kelompok tersebut selama dua tahun ke depan.
Menurut Wamendag Roro, total perdagangan Indonesia dengan sesama anggota D-8 pada 2025 mencapai US$40,95 miliar, dengan Indonesia membukukan surplus US$10,51 miliar dan pertumbuhan ekspor 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dari total itu, pemanfaatan jalur bebas bea lewat D-8 PTA masih kecil. Sejak mulai berlaku 1 Juni 2024 hingga Mei 2026, baru 716 surat keterangan asal yang diterbitkan, dengan nilai ekspor yang memakai fasilitas ini hanya US$40,26 juta.
Angka BPSNilai ekspor
27,6 miliar US$September 2026
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,98 miliar US$ dibanding Agustus 2026. Naik 4 periode beruntun. Tertinggi dalam 33 bulan yang tercatat.
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Selama masa kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema "Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity, and Cooperation for Shared Prosperity" dengan lima area prioritas, yaitu integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, konektivitas digital, serta penguatan kelembagaan. Kementerian Perdagangan berencana menjadi tuan rumah pertemuan Supervisory Committee ke-10 dan Dewan Menteri Dagang D-8 (TMC) kelima pada semester II 2027, serta menggelar kembali pameran produk halal setelah D-8 Halal Expo Indonesia di Jakarta pada 8-12 Juli 2026. Indonesia juga menjabat Wakil Ketua kelompok kerja ahli (Expert Working Group) bersama Bangladesh, di bawah kepemimpinan Mesir, yang sedang mengkaji perluasan D-8 PTA.
Sembilan negara anggota D-8 yang terlibat dalam kerja sama ini adalah Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Wamendag Roro menyampaikan harapan agar Sekretariat D-8 dan seluruh negara anggota memperkuat harmonisasi standar produk halal serta mempermudah perdagangan lintas batas di antara mereka.
Foto dari Kementerian Perdagangan, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Kementerian Perdagangan. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.