ASGR Bagikan Dividen Interim Rp297 per Saham, Cair 26 Oktober
Astra Graphia menetapkan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp400,05 miliar atau Rp297 per saham, dengan pembayaran pada 26 Oktober 2026.
29 September 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Direksi Astra Graphia Tbk (ASGR) memutuskan membagikan dividen interim tahun buku 2026 setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris dalam rapat pada 25 September 2026. Total dividen yang dibagikan senilai Rp400.048.296.300, atau Rp297 per saham, diambil dari laba Perseroan tahun buku yang berjalan hingga 31 Desember 2026 dan sebagian saldo laba ditahan. Dewan Komisaris menegaskan bahwa dividen interim ini nantinya harus diperhitungkan dengan dividen final yang baru akan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2027.
Perseroan menetapkan tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak menerima dividen ini pada 9 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB. Sebelum itu, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlaku hingga 7 Oktober 2026 dengan ex dividen mulai 8 Oktober 2026, sementara di pasar tunai cum dividen berlaku sampai 9 Oktober 2026 dan ex dividen mulai 12 Oktober 2026. Pembayaran dijadwalkan pada 26 Oktober 2026, dilakukan melalui KSEI bagi saham dalam penitipan kolektif, atau melalui transfer bank oleh biro administrasi efek PT Raya Saham Registra bagi pemegang saham yang masih memegang saham dalam bentuk warkat fisik.
Astra Graphia mengingatkan pemegang saham korporasi dalam negeri yang belum mencantumkan NPWP untuk menyerahkan dokumennya ke KSEI atau RSR paling lambat 9 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, karena tanpa NPWP dividen akan dipotong pajak 30 persen. Pemegang saham asing yang ingin memakai tarif pajak sesuai perjanjian penghindaran pajak berganda wajib menyerahkan Surat Keterangan Domisili dengan tenggat yang sama, atau dividen mereka dipotong PPh Pasal 26 sebesar 20 persen. Data keuangan per 30 Juni 2026 yang menjadi dasar pembagian dividen ini mencatat laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp138.449.695.796, saldo laba ditahan tidak dibatasi sebesar Rp1,72 triliun, dan total ekuitas Rp1,95 triliun.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal ASGR? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.