PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melaporkan pendapatan sembilan bulan pertama 2026 sebesar Rp964,84 miliar, naik 35 persen dari Rp712,97 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp788,77 miliar serta beban umum dan administrasi menjadi Rp173,50 miliar membuat kegiatan usaha utama perusahaan berbalik rugi operasi sebesar Rp1,85 miliar, dari sebelumnya mencetak laba operasi Rp29,68 miliar. Laba bersih periode berjalan pun turun tajam dari Rp33,86 miliar menjadi Rp8,50 miliar, sehingga laba per saham dasar merosot dari Rp2,35 menjadi Rp0,61.
Dalam surat penjelasan ke Bursa Efek Indonesia tertanggal 28 Oktober 2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Armeza Farhansyah Umar, ASLC mengungkapkan total aset per 30 September 2026 turun 1,83 persen menjadi Rp918,50 miliar dari Rp935,63 miliar pada akhir 2025, sementara total liabilitas turun 1,01 persen menjadi Rp148,37 miliar. Penurunan aset terutama berasal dari kas dan bank yang menyusut Rp92,14 miliar atau 26,26 persen menjadi Rp258,69 miliar, karena dana tersebut dipakai membeli persediaan kendaraan bekas yang melonjak 110,22 persen menjadi Rp158,28 miliar. Di sisi liabilitas, utang usaha pihak ketiga naik 221,42 persen menjadi Rp2,5 miliar dan liabilitas sewa melonjak 487,91 persen menjadi Rp6,32 miliar akibat penambahan dan perpanjangan sewa gedung kantor.
Dari sisi ekuitas, total ekuitas ASLC turun menjadi Rp770,12 miliar dari Rp785,75 miliar, antara lain karena perusahaan membagikan dividen kas Rp14,97 miliar, terdiri dari Rp12,69 miliar untuk pemegang saham entitas induk dan Rp2,28 miliar untuk pemegang saham nonpengendali anak usaha. Perusahaan juga membeli kembali saham sendiri senilai Rp5,01 miliar yang tercatat sebagai saham treasuri, transaksi yang baru muncul pada laporan periode ini.
