PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), perusahaan jasa transportasi darat yang tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, melaporkan pendapatan Rp31,74 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik dari Rp30,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor perusahaan melonjak dari Rp4,32 miliar menjadi Rp5,83 miliar, menandakan efisiensi beban langsung yang lebih baik. Namun perseroan masih mencatat rugi bersih Rp3,59 miliar, menyusut 21 persen dibandingkan rugi Rp4,56 miliar pada periode sama tahun 2025. Rugi per saham dasar ikut turun dari Rp10,48 menjadi Rp8,26.
Dari sisi arus kas, kas neto dari aktivitas operasi melonjak dari Rp89,6 juta pada sembilan bulan 2025 menjadi Rp1,25 miliar pada periode yang sama tahun ini, didorong penerimaan dari pelanggan yang naik dari Rp29,64 miliar menjadi Rp32,33 miliar. Di sisi lain, beban bunga atas pinjaman bank dan liabilitas sewa membengkak dari Rp497 juta menjadi Rp718 juta. Perseroan membelanjakan Rp561 juta untuk aset tetap dan mengeluarkan Rp1,09 miliar untuk aktivitas pendanaan, termasuk pelunasan sebagian utang bank dan liabilitas sewa pembiayaan.
Total aset perseroan turun dari Rp56,21 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp51,99 miliar per 30 September 2026, seiring penyusutan nilai buku aset tetap dari Rp45,35 miliar menjadi Rp41,85 miliar. Total ekuitas ikut tergerus dari Rp40,61 miliar menjadi Rp37,01 miliar, karena akumulasi rugi yang belum ditentukan penggunaannya membesar dari Rp20,28 miliar menjadi Rp23,88 miliar. Total liabilitas tercatat Rp14,97 miliar, turun dari Rp15,60 miliar, dengan utang bank jangka pendek Rp7,51 miliar. Laporan interim yang tidak diaudit ini ditandatangani oleh Direktur Utama Budi Gunawan dan Direktur Firman Muliansyah sebagai pertanggungjawaban atas penyajiannya.
