PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) menyampaikan tanggapan resmi atas surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia bernomor S-12500/BEI.PP1/09-2026. Surat balasan bernomor 014/ASRI-CRCS/EXTERNAL/IX/2026 itu ditujukan kepada Aditya Nugraha, PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 Bursa Efek Indonesia, ditandatangani Direktur Utama Agus Karianto, dan disampaikan melalui corporate secretary Vayolla Naurah Shyfa pada 30 September 2026 pukul 21.49 WIB.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian kuartal II per 30 Juni 2026, ASLI membukukan pendapatan Rp93,02 miliar, turun 19,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp115,02 miliar. Di sisi lain, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp11,28 miliar, membaik Rp8,63 miliar atau 43,37% dari rugi periode sebelumnya. Manajemen menyebut perbaikan ini didorong oleh pengawasan proyek yang lebih ketat serta efisiensi beban operasional dan beban keuangan. Per 30 Juni 2026, total aset perusahaan tercatat Rp462,54 miliar, total liabilitas Rp98,42 miliar, dan total ekuitas Rp364,12 miliar.
Dalam paparan publik 27 April 2026, ASLI sebelumnya menargetkan perolehan kontrak Rp710 miliar sepanjang 2026, dengan fokus bisnis pada jasa konstruksi gedung dan infrastruktur sipil. Perusahaan menegaskan belum ada kontrak baru atau sumber pendapatan signifikan yang belum diungkap sejak laporan keuangan terakhir, tidak ada perkara hukum material yang membelit perusahaan, anak usaha, direksi, maupun komisaris, serta tidak ada informasi material lain di media massa atau di luar itu yang perlu diklarifikasi. Manajemen juga menyatakan tidak dapat memastikan penyebab spesifik pergerakan harga saham ASLI di bursa, karena harga terbentuk dari mekanisme perdagangan oleh masing-masing pelaku pasar.
