PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan bersih perusahaan naik menjadi Rp236,7 miliar dari Rp136,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bruto melonjak ke Rp28,4 miliar dari Rp7 miliar, dan laba usaha berbalik dari rugi Rp24,3 miliar menjadi laba Rp6,5 miliar. Setelah pajak, perusahaan membukukan laba bersih Rp5,8 miliar, berbalik dari rugi Rp27 miliar pada periode yang sama 2025, dengan laba per saham dasar 0,93 dibanding rugi per saham 4,32 pada tahun sebelumnya.
Dalam surat terpisah ke OJK dan BEI, perusahaan menjelaskan lonjakan lebih dari 20 persen pada total aset dan liabilitas. Total aset naik 47,07 persen menjadi Rp629,2 miliar dari Rp427,8 miliar per akhir 2025, terutama karena tagihan bruto pemberi kerja yang belum ditagih naik menjadi Rp215,4 miliar dari Rp9,2 miliar, akibat pekerjaan proyek konstruksi yang progresnya sudah selesai namun penagihannya belum diterbitkan sesuai termin kontrak. Aset lancar lainnya juga naik menjadi Rp22,3 miliar dari Rp7,8 miliar karena uang muka pembelian material proyek dan penempatan jaminan pelaksanaan. Di sisi liabilitas, total liabilitas melonjak 372,74 persen menjadi Rp248,1 miliar dari Rp52,4 miliar, didorong utang bruto ke subkontraktor yang mencapai Rp151,6 miliar akibat makin besarnya porsi pekerjaan yang dilimpahkan ke subkontraktor, serta liabilitas kontrak Rp64,1 miliar dari uang muka pelanggan untuk proyek-proyek baru di 2026.
Sementara liabilitas operasional itu naik, utang bank berbunga perusahaan justru turun menjadi nol dari sekitar Rp16,7 miliar per akhir 2025. Kas dan setara kas naik menjadi Rp38,9 miliar dari Rp8 miliar, dengan kas dari aktivitas operasi berbalik positif Rp44,3 miliar dari sebelumnya minus Rp40,7 miliar. Ekuitas perusahaan naik tipis menjadi Rp381,2 miliar dari Rp375,4 miliar. Dalam catatan umum laporan ini, perusahaan juga mengungkapkan bahwa sejak 27 April 2026, PT Wahana Konstruksi Mandiri menjadi entitas induk ASLI dengan Hariono sebagai pemilik manfaat utama, menyusul perubahan susunan direksi dan komisaris berdasarkan akta notaris pada tanggal yang sama.
