PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) menggelar public expose insidentil pada Selasa, 29 September 2026 pukul 14.00 WIB melalui aplikasi Zoom, setelah sebelumnya menyampaikan materi lewat surat tertanggal 28 September 2026. Direktur Utama Suwandi Notopradono dan Direktur Arnoldus Jansen Kustianto mewakili manajemen, dihadiri 18 peserta di luar jajaran direksi dan karyawan perseroan. Materi yang dipaparkan mencakup profil dan rencana bisnis perseroan, serta kinerja keuangan dan pergerakan harga saham untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026.

Sesi tanya jawab didominasi pertanyaan soal rencana akuisisi ASPI oleh PT GMP Grup Investama. Manajemen menjelaskan proses saat ini masih berupa penelaahan dokumen atau due diligence dan belum sampai tahap penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA). Kantor jasa penilai publik (KJPP) dan kuasa hukum yang menangani transaksi ini meminta perpanjangan waktu karena masih membutuhkan waktu untuk menelaah dokumen. Perseroan mengaku belum mendapat informasi apakah pengendali baru akan menyuntikkan aset lewat skema rights issue atau mengubah pengendalian lewat penawaran tender wajib, termasuk rencana strategis dan rencana pendanaan setelah perubahan pengendali.

Dari sisi kinerja, manajemen mengonfirmasi pendapatan semester I 2026 turun 14 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, sementara laba kotor turun lebih dalam sekitar 28 persen. Perseroan menyebut beban penjualan naik signifikan karena insentif yang diberikan kepada konsumen meningkat, sementara perputaran persediaan melambat seiring penjualan yang melemah. Kenaikan harga bahan dan biaya konstruksi akibat inflasi turut disebut sebagai penyebab tekanan pada beban perseroan, di tengah era suku bunga tinggi yang menurut manajemen mempersempit daya beli calon pembeli rumah lewat KPR.

Investor juga mempertanyakan pergerakan harga saham ASPI yang turun dari Rp680 menjadi Rp362 sebelum keterbukaan informasi resmi disampaikan pada 10 Juli 2026, serta selisih sekitar 2 juta lembar saham antara data di slide 6 dan slide 22 materi paparan. Manajemen menjelaskan slide 6 mengacu pada jumlah saham sesuai laporan keuangan, sedangkan slide 22 mencerminkan pergerakan saham yang tercatat di bursa, dan menegaskan setiap transaksi jual beli saham akan mengikuti aturan penawaran kepada pemegang saham publik yang berlaku.