PT Andalan Sakti Primaindo Tbk. (ASPI) menyampaikan materi Public Expose Insidentil ke Bursa Efek Indonesia pada 28 September 2026, sebagai kelanjutan dari surat pemberitahuan sebelumnya bernomor 0355ASPI. Dokumen ini ditandatangani Direktur Arnoldus Jansen Kustianto dan berisi paparan yang akan dibahas dalam acara public expose pada 29 September 2026, lengkap dengan sesi tanya jawab yang dibatasi hanya untuk tiga pertanyaan pertama via chat room.

Materi tersebut memuat kinerja keuangan semester I 2026 yang memburuk dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan turun 16 persen menjadi Rp3,06 miliar dari Rp3,64 miliar, sementara laba bruto anjlok 27 persen menjadi Rp1,28 miliar. Beban penjualan melonjak dari Rp510,6 juta menjadi Rp1,61 miliar, sehingga rugi usaha melebar 151 persen menjadi Rp2,02 miliar dan rugi sebelum pajak melebar 162 persen menjadi Rp1,95 miliar. Akibatnya, saldo rugi perseroan bertambah Rp1,65 miliar menjadi Rp22,18 miliar, dan total ekuitas turun 3 persen menjadi Rp59,29 miliar dari Rp61,24 miliar pada akhir 2025.

Dari sisi bisnis, proyek Perumahan Grandia Liv mencatat penjualan 74 unit hingga akhir Juni 2026, dari total 67 unit tahap satu yang sudah siap huni dan 56 unit tahap dua yang masih dalam status inden. Komposisi pemegang saham per Juni 2026 menunjukkan PT Andalan Sakti Inti menguasai 51,18 persen atau 349.995.000 lembar saham, sedangkan publik memegang 48,82 persen atau 333.810.720 lembar. Materi ini juga mengonfirmasi bahwa perseroan masih menjalani tahap due diligence dari pihak lain terkait negosiasi pengambilalihan saham ASPI, sebagaimana pernah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi tertanggal 10 Juli 2026 dengan nomor surat 015/Dir-ASP/VII/2026. Harga saham ASPI sendiri tercatat turun dari pembukaan Rp680 pada Januari 2026 menjadi penutupan Rp362 pada Juni 2026.