Astra Otoparts Tbk (AUTO) menyampaikan materi Paparan Publik (Public Expose) tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 17/EXT/Corcomm-AOP/XI/2026 tertanggal 2 November 2026, yang diteken Corporate Secretary Sophie Handili. Paparan publik akan digelar secara daring lewat Zoom Webinar pada 5 November 2026 pukul 10.00 WIB, dengan agenda utama pemaparan kinerja kuartal ketiga 2026 perseroan.
Dalam materi yang dilampirkan, AUTO melaporkan pendapatan bersih sembilan bulan pertama 2026 sebesar Rp17,02 triliun, naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp14,81 triliun. Laba bersih tumbuh 14,7 persen menjadi Rp1,8 triliun dari sebelumnya Rp1,57 triliun, sehingga laba per saham naik menjadi Rp373. Total aset perseroan per September 2026 tercatat Rp25,18 triliun, naik 11,3 persen dibanding akhir 2025, sementara total liabilitas melonjak 28,9 persen menjadi Rp7,29 triliun dan total ekuitas tumbuh lebih lambat, 5,5 persen, menjadi Rp17,89 triliun.
Dari sisi segmen usaha, kontribusi pendapatan masih didominasi manufaktur sebesar 54 persen dan perdagangan 46 persen dari total pendapatan Rp17,02 triliun. Di lini manufaktur, komponen roda dua dan roda empat masing-masing menyumbang 48 persen dari pendapatan segmen itu. Segmen trading senilai Rp7,84 triliun ditopang penjualan domestik 70 persen, ritel modern 17 persen, dan ekspor 13 persen. Perseroan juga mencatat jaringan ritelnya mencapai 673 gerai per September 2026, serta mengoperasikan 71 stasiun pengisian kendaraan listrik di seluruh Indonesia hingga akhir September 2026, termasuk kerja sama dengan PLN untuk pengisi daya tiang pantau di Jawa Barat dan Sumatera Barat.
