PT Avia Avian Tbk (AVIA) menyampaikan materi presentasi kinerja kuartal kedua 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, sehubungan dengan earnings call yang digelar pada 19 Agustus 2026. Materi ini merupakan hasil penelaahan terbatas atas laporan keuangan perseroan periode April sampai Juni 2026. Avian Brands, produsen cat dan produk bahan bangunan ini, mencatat penjualan konsolidasi Rp2,233 triliun atau setara US$126 juta pada kuartal kedua, naik 19,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan dari segmen solusi arsitektural, meliputi cat dan produk sejenis, mencapai Rp1,74 triliun, naik 22,4 persen, sementara penjualan barang dagangan tumbuh 10,9 persen menjadi Rp493 miliar.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor perseroan naik 36,9 persen menjadi Rp1,025 triliun, dengan margin kotor melebar dari 40,1 persen menjadi 45,9 persen. EBITDA, yakni laba usaha sebelum dikurangi bunga, pajak, dan penyusutan, tumbuh 47,6 persen menjadi Rp606 miliar dengan margin 27,2 persen. Laba bersih kuartal kedua tercatat Rp435 miliar, naik 31,6 persen dibanding tahun lalu, dengan margin laba bersih 19,5 persen. Laba per saham ikut naik 34,2 persen menjadi Rp7,4 per saham.

Manajemen menyebut kenaikan biaya produksi akibat harga bahan baku yang naik dan pelemahan rupiah mendorong perseroan menaikkan harga jual dua kali dalam kuartal ini, yaitu 7 sampai 10 persen pada April dan 5 sampai 8 persen pada Mei. Di sisi jaringan distribusi, perseroan membuka satu pusat distribusi baru pada kuartal kedua sehingga totalnya menjadi 184 unit, terdiri dari 76 unit di Jawa dan 108 unit di luar Jawa, dengan kapasitas sekitar 19.000 pengiriman per hari dan tingkat pemenuhan layanan pengiriman satu hari sebesar 83 persen. Untuk sepanjang 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan nilai penjualan 10 sampai 14 persen dan pertumbuhan volume 4 sampai 8 persen.