PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, yang ditandatangani Direktur Utama Michael Sugiarto dan Direktur Luhur Budiman pada 15 Oktober 2026. Pendapatan perusahaan tercatat Rp1,36 triliun, naik dari Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor naik dari Rp169,35 miliar menjadi Rp224,99 miliar, dan laba usaha naik dari Rp57,49 miliar menjadi Rp101,23 miliar. Setelah dikurangi beban keuangan yang naik dari Rp13,99 miliar menjadi Rp23,40 miliar serta pajak, laba bersih AXIO mencapai Rp61,08 miliar, naik 74 persen dari Rp35,19 miliar tahun sebelumnya. Laba per saham dasar naik dari Rp5,69 menjadi Rp10,45.
Perusahaan juga menyampaikan surat penjelasan ke Bursa Efek Indonesia soal pos-pos yang berubah lebih dari 20 persen dibandingkan akhir 2025. Kas dan setara kas turun 79 persen dari Rp52,24 miliar menjadi Rp11,15 miliar, yang menurut manajemen karena digunakan untuk membayar utang, dividen, dan kebutuhan modal kerja. Piutang usaha justru melonjak 126 persen menjadi Rp194,65 miliar dari Rp86,35 miliar seiring kenaikan penjualan ke pelanggan. Persediaan naik 25 persen menjadi Rp739,09 miliar, dipicu pembelian bahan baku untuk persiapan produksi laptop model terbaru sebagai antisipasi gejolak rantai pasok komponen elektronik global. Untuk mendanai kebutuhan ini, utang bank jangka pendek melonjak 128 persen menjadi Rp287,84 miliar, sementara liabilitas kontrak atau uang muka dari pelanggan yang belum diakui sebagai pendapatan naik 44 persen menjadi Rp57,42 miliar.
Total aset AXIO per akhir September 2026 tercatat Rp1,42 triliun, naik 14 persen dari Rp1,25 triliun, sementara total liabilitas naik lebih cepat, 19 persen, menjadi Rp843,32 miliar. Total ekuitas naik menjadi Rp574,13 miliar dari Rp537,10 miliar, antara lain setelah perusahaan membagikan dividen tunai Rp23,36 miliar pada periode ini. Namun arus kas dari kegiatan operasional justru berbalik menjadi minus Rp97,82 miliar, dari sebelumnya positif Rp29,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sementara arus kas dari aktivitas pendanaan tertopang oleh penarikan pinjaman bank jangka pendek baru senilai Rp565 miliar sepanjang periode berjalan.
